Jakarta, GPriority.co.id – Negara Jepang dilaporkan semakin krisis keturunan. Terbaru menurut laporan Japan Pet Food Association, jumlah hewan peliharaan bahkan lebih banyak daripada anak-anak.
Lebih lanjut menurut laporan tersebut, setidaknya terdapat 23,3 juta hewan peliharaan, dan hanya ada 17 juta anak berusia 15 tahun ke bawah.
Fenomena tersebtu dipicu oleh banyak hal, termasuk faktor sosial, budaya, ekonomi, dan pribadi yang memengaruhi keputusan orang Jepang yang lebih memilih untuk memelihara hewan daripada memiliki anak.
Selain itu, memiliki anak di Jepang dinilai membutuhkan biaya yang tinggi, seperti biaya pendidikan, perawatan kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari.
Sebelumnya pada Juni 2024, Kementerian Kesehatan Jepang menyebut jika Jepang tengah menghadapi krisis populasi dan angka kelahiran terendah selama depan tahun berturut-turut.
Bahkan Pemerintah Jepang juga sempat menawarkan 600.000 yen atau sekitar Rp64 juta rupiah, agar para wanita di Jepang mau menikahi pria di daerah pedesaan.
Bahkan karena jumlah penduduk di daerah pedesaan Jepang semakin sedikit, banyak rumah yang kosong, begitupun dengan rumah sakit yang harus ditutup karena menurunnya jumlah bayi yang lahir di wilayah tersebut.
Ditambah lagi, banyak warga Jepang yang menjalankan Friendship Marriage. Meski menikah secara legal, tetapi mereka memilih untuk membatasi diri dari kegiatan sexual intercouse ataupun hubungan yang romantis.
Pasangan Friendship Marriage di Jepang dilaporkan menghabiskan waktu beberapa jam hingga beberapa hari, untuk membuat kesepakatan soal kehidupan mereka ke depannya. Seperti terkait keuangan, uang makan, hingga aturan soal cuci baju.
Dilansir dari data agensi Colorus (yang membahas mengenai fenomena ini), sekitar 500 orang di Jepang sudah melakukan pernikahan ini, dan membangun rumah tangga bersama.
Foto : Dok. Kokoro Care
