Jumlah Jomblo Melonjak, Jasa Pacar Sewaan Makin Viral di China!

Ilustrasi layanan pacar sewaan/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi layanan pacar sewaan/Foto : Dok. Freepik

China, GPriority.co.id – Sebuah laporan terbaru dari People’s Daily China menyebut jika saat ini total populasi orang yang jomblo atau berstatus single di China semakin melonjak. Jumlahnya bahkan mencapai 290 juta orang pada tahun 2025, atau setara dengan 20,5 persen dari total populasi masyarakatnya.

Bahkan, jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pada tahun 2021 sebesar 240 juta. Laporan menyebut, saat ini masyarakat China juga dihadapkan dengan tekanan sosial yang besar untuk segera menikah. Bahkan ada stigma jika perempuan di atas 30 tahun serta laki-laki di atas 32 tahun belum menikah, dianggap melampaui batas usia idel untuk menikah.

Berlatar belakang hal ini, beberapa orang kemudian mengambil peluang dengan membuka jasa penyedia pacar sewaan. Kini, jasa pacar sewaan dikabarkan makin viral di China!

Jasa pacar sewaan bisa dipesan melalui aplikasi bernama ‘Hire Me Plz’. Pengikutnya diketahui telah mencapai 700 ribu orang. Aplikasi ini dapat menerima hingga 1.000 pengguna yang mendaftar sebagai pacar sewaan pada peak season, salah satunya saat Tahun Baru Imlek.

Selain aplikasi tersebut, banyak juga platform lain yang menyediakan jasa freelance untuk menawarkan jasa pacar sewaan. Mereka yang bekerja sebagai pacar sewaan bahkan dapat meraup pendapatan hingga jutaan rupiah dalam waktu sehari.

Setiap jenis layanan menawarkan tarif beragam, mulai dari 1 yuan atau sekitar Rp2.328 hingga 800 yuan atau sekitar Rp1,86 juta. Setiap layanan memiliki tarif yang berbeda. Mulai dari pelukan, ciuman, menonton film, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, minum bersama, menjadi pacar satu hari secara premium, hingga bertemu dengan orang tua.

Namun saat masuk peak season, harga yang ditawarkan melambung tinggi hingga 3.000-10.000 yuan atau sekitar Rp6,98 juta-Rp23,28 juta per harinya.

Meski pacar sewaan menawarkan jasa kasih sayang, namun mereka tak melayani permintaan untuk berhubungan seksual. Mereka hanya menjalankan aktivitas pacaran agar pelanggannya dapat menghilangkan stres juga terbebas dari tekanan sosial.

Menurut laporan, rata-rata pendapatan penyedia jasa pacar sewaan dapat menyentuh 100-1.000 yuan (Rp232.839 hingga Rp2,32 juta) dalam sehari. Sedangkan pada musim Tahun Baru Imlek, mereka mendapatkan keuntungan hingga 40.000 yuan atau setara dengan Rp93,12 juta dalam waktu 2 minggu.