Jakarta, GPriority.col.id – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur (Kutim) Ronny Bonar berupaya menciptakan kolaborasi antara insan pers dengan pemerintah daerah. Sebagai pilar keempat demokrasi, pers diharapkan mampu bersinergi terutama dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kita (Diskominfostaper Kutim) mencoba merangkul teman-teman wartawan, kita saling berkomunikasi bagaimana kita berkolaborasi, bersinergi, sehingga segala informasi yang terkait pembangunan pemerintahan itu dapat tersampaikan dengan baik ke masyarakat,” ujar Ronny di Jakarta, Kamis (5/12).
Dia mengaku masih menemukan gap antara organisasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, hal tersebut perlu dijembatani untuk mengurangi persaingan terutama antar organisasi pers yang ada di Kutim.
“Jangan ada persaingan. Boleh ada persaingan tapi yang positif. Maka saya coba untuk merangkul mereka mencoba untuk minimal mengurangi jurang pemisah kami antara mereka, sehingga kedepannya menjadi tim yang berkolaborasi dan bersinergi,” tuturnya.
Apalagi, dia mengatakan, pemerintah saat ini tengah menggalakan soal pemberantasan judi online. Untuk itu, keterlibatan pers dalam menyajikan informasi tentang bahaya judi online sangat diperlukan masyarakat.
“Tadi saya sampaikan berita tentang rainsoware, dan sebagainya dan sekarang juga galakan judi online dan sebagainnya dan untuk menyebarkan informasi itu kepada masyarakat ya rekan-rekan dari media yang berperan,” tuturnya.
Dalam upaya ini, Diskominfo Staper Kutim menggelar bimbingan teknis peningkatan kapasitas sumber daya jurnalis bagi pemerintah daerah di Redtop Hotel, Jakarta Pusat pada 5-7 Desember 2024.
Bimtek yang digelar pertama kalinya itu dihadiri 20 peserta jurnalis. Ronny berharap, bimtek ini dapat menjadi agenda rutin yang diselenggarakan Pemkab Kutim.
“Ayo kita bersama-sama berjalan, kita sama-sama membangun kutai timur untuk bersama. semoga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat silahturahmi,” ucapnya.
Foto: GPriority/Dimas A Putra
