Kadis PMD Sultra: 5 Tahun Kedepan Minimal Ada 70 Persen Desa Mandiri di Sultra

Kadis PMD Sultra: 5 Tahun Kedepan Minimal Ada 70 Persen Desa Mandiri di Sultra Kadis PMD Sultra: 5 Tahun Kedepan Minimal Ada 70 Persen Desa Mandiri di Sultra

Jakarta, GPriority.co.id – Dr. Ir. I Gede Panca, M.Pd, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tenggara (Kadis PMD Sultra), menargetkan dalam 5 tahun kedepan minimal ada 70 persen desa mandiri di Sultra.

“Kita harapkan sepanjang pemerintahan pak Prabowo, dengan melihat kecepatan desa mandiri, 5 tahun kedepan minimal 70 persen desa di Sultra menjadi mandiri. Kita sedang bekerja sama dengan Kominfo, Bappeda, dan kebijakan pusat dari pak presiden untuk memajukan desa ini,” ujar Panca pada Selasa (15/10), di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045, Kadis PMD Sultra sudah mulai melakukan program-program untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satunya terkait pembangunan desa mandiri di Sultra.

“Program itu antara lain pertama SDM aparatur desa kita sudah latih. Dari 1908 desa yang ada di Sultra, sudah kita latih tentang bagaimana pengelolaan pembangunan di desa ini supaya semakin efektif dan efisien,” kata Panca lebih lanjut.

Selain itu, pihaknya juga melatih agar desa-desa di Sultra semakin mandiri, mampu mengelola keuangan-keuangan yang masuk ke desa, dan ke depannya tidak selalu bergantung kepada keuangan pusat.

Panca pun berharap, desa-desa di Sultra kemampuan fiskalnya semakin baik dan kuat, dalam rangka menyejahterakan masyarakat desa, dan menciptakan desa mandiri di Sultra.

“Dengan program ini juga kita harapkan proses urbanisasi juga bisa kita tekan. Karena di setiap desa di Sultra semakin hari semakin banyak yang mempunyai kegiatan perekonomian yang mampu menyerap tenaga kerja di desa,” tutur Panca.

Begitupun terkait program asta cita dari Presiden Terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto. Program tersebut merupakan kelanjutan dari program Presiden Jokowi. Utamanya yaitu bagaimana membangun kemampuan fiskal desa semakin kuat.

“Untuk mencapai ini, pertama kita perkuat aparatur desa mulai dari kepala desa dan seluruh staff agar mampu mengelola pemerintah yang baik, yang efektif dan efisien. Kemudian semakin mampu mengelola dana-dana yang masuk ke desa untuk menjadi kegiatan produktif dan kegiatan ekonomi yang meningkatkan fiskal daerah sehingga desa ini semakin maju,” jelas Panca.

Berbicara soal target, Panca mengakui jika secara fisik target membangun desa mandiri di Sultra sudah tercapai, meski dengan kondisi yang sangat sulit dan APBD yang terbatas.

Namun, pihaknya melaporkan jika sudah mampu memandirikan 52 desa di Sultra pada tahun 2024 ini.

“Dulu sebelum kita latih, 1 tahun hanya 2 desa. Kemarin dengan pelatihan peningkatan pelatihan kapasitas aparatur desa dan pengelola lembaga kemasyarakatan desa, desa mandiri di Sultra meningkat secara signifikan, 36 desa dalam satu tahun,” Panca melaporkan.

Geografis dan Jaringan Jadi Kendala Utama

Menurut Panca, kendala utamanya dalam memandirikan Desa di Sultra bukanlah masalah dana atau program. Melainkan faktor geografis, juga jaringan internet.

“Karena Sultra kepulauan, kendala utama adalah masalah akses. Jadi kita untuk mengakses satu desa itu membutuhkan 1-2 hari. Ini yang utama. Kedua, akses transportasi dan akses internet. Masih banyak desa-desa yang belum ter-cover jaringan internet. Ini yang merupakan tantangan untuk kami,” ungkap Panca.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya sudah berkolaborasi dengan Dinas Kominfo Sultra dalam membenahi jarigan internet.  

Saat ini Diskominfo Sultra pun sudah mulai membangun BTS (Base Transceiver Station), untuk memperluas jaringan internet. Tetapi karena kesulitan geografis, maka membutuhkan biaya cukup besar. Terutama untuk pemasangannya.

“Kalo di Sultra blank spot ini sudah sekitar 300 tersebar di berbagai kabupaten/kota. Persoalannya, kalo kita bangun BTS, pihak provider berpikir untuk tidak membangun jaringan disana karena orientasinya adalah bisnis. Jadi kalau tidak mencukupi target tertentu, dia tidak akan membangun jaringan,” jelas Kabid Aptika Sultra, Sultan Y., S. Sos.

Dalam hal ini, Diskominfo Sultra pun akan melakukan subsidi silang di daerah tertentu.  

“Nanti akan ada subsidi silang, di daerah tertentu dia akan dapat keuntungan. Nanti melalui pemda bekerjasama dengan kominfo untuk mendekat ke provider dan bagi hasil keuntungan lewat subsidi silang, bagi daerah-daerah yang terutama penduduknya sedikit, geografisnya sulit,” kata Sultan.

Foto : GPriority