Jakarta, GPriority.co.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat sebanyak 1.516 item barang tertinggal oleh pelanggan selama periode Januari hingga Maret 2026.
Dari jumlah tersebut, terdiri atas 106 item makanan, 977 barang umum, dan 433 barang berharga, dengan total estimasi nilai mencapai Rp1.648.511.500 (satu miliar enam ratus empat puluh delapan juta lima ratus sebelas ribu lima ratus rupiah).
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa dari total 1.516 barang yang hilang di Kereta, sebanyak 914 item telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara itu, 591 item lainnya masih dalam proses penanganan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 61,02 persen.
“Pelanggan yang kehilangan barang diimbau untuk segera melapor kepada kondektur, petugas Polsuska, atau melalui Contact Center KAI 121 agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Franoto dalam keterangannya, Kamis (23).
Ia menjelaskan bahwa layanan Lost and Found merupakan fasilitas yang disediakan KAI untuk membantu pelanggan menemukan kembali barang yang tertinggal, baik di dalam kereta maupun di area stasiun. Seluruh barang temuan akan didata, diberi label, dan dimasukkan ke dalam sistem terintegrasi secara nasional guna memudahkan proses pelacakan dan pengembalian.
Namun demikian, Franoto menegaskan bahwa KAI tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang akibat kelalaian pelanggan.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu menjaga dan memastikan barang bawaannya. Layanan Lost and Found merupakan bentuk komitmen pelayanan KAI, namun tanggung jawab utama tetap berada pada masing-masing pelanggan,” tegasnya.
Barang temuan dapat diambil di sejumlah stasiun, seperti Pasar Senen, Gambir, Bekasi, Jatinegara, Cikarang, Karawang, dan Cikampek, dengan menunjukkan identitas resmi serta bukti kepemilikan.
Untuk barang berupa makanan, KAI menetapkan batas waktu penyimpanan maksimal 1×24 jam. Apabila tidak diambil dalam kurun waktu tersebut, barang akan dimusnahkan. Selama periode Januari hingga Maret 2026, tercatat 11 item makanan telah dimusnahkan.
KAI Daop 1 Jakarta juga mencatat adanya tren peningkatan jumlah barang tertinggal dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 tercatat sebanyak 2.864 barang, meningkat menjadi 3.888 barang pada 2025, dan hingga Maret 2026 telah mencapai 1.516 barang.
Dari sisi nilai, barang temuan turut mengalami kenaikan, dari Rp4,43 miliar pada 2024 menjadi Rp5,69 miliar pada 2025. Sementara itu, hingga Maret 2026, nilainya telah mencapai Rp1,64 miliar.
Adapun tingkat pengembalian barang tetap tinggi, yakni 97,28 persen pada 2024 dan 91,36 persen pada 2025. Sementara pada 2026, tingkat pengembalian baru mencapai 61,02 persen karena sebagian barang masih dalam proses penanganan.
