Kanker pada Ibu Hamil, Tantangan Berat Bagi Dunia Medis

Ilustrasi dokter sedang periksa ibu hamil/Foto : Dok Pinterest

Jakarta, GPriority.co.id – Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya dengan angka kematian tinggi. Namun, tantangan akan semakin besar bila penyakit ini menyerang seorang ibu yang sedang hamil.

Praktisi kesehatan sekaligus Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari, dr Ngabila Salama, mengatakan kehamilan dan kanker adalah dua kondisi besar yang bisa saling memengaruhi.

“Kehamilan bisa memperumit kanker, dan kanker bisa memperberat kehamilan,” kata dr Ngabila kepada GPriority, Rabu (20/8).

Lebih lanjut, dr Ngabila menjelaskan beberapa bahaya kanker bagi ibu hamil.

Bahaya pertama, kata dia, yakni akan terjadi progresivitas penyakit pada ibu hamil tersebut.

“Hormon kehamilan (estrogen, progesteron, hCG) dapat memengaruhi pertumbuhan beberapa jenis kanker (misalnya kanker payudara, kanker serviks). Kanker juga bisa berkembang lebih cepat karena sistem imun tubuh ibu secara alami melemah saat hamil (untuk melindungi janin),”ucapnya.

Bahaya kedua, akan terjadi komplikasi kehamilan. Menurut dr Ngabila, hal ini dapat mengakibat risiko keguguran, persalinan prematur, perdarahan, atau pertumbuhan janin terhambat (IUGR).

“Jika kanker melibatkan organ reproduksi (misalnya serviks atau ovarium), bisa timbul obstruksi jalan lahir atau perdarahan saat persalinan,”turur dr Ngabila.

Bahaya ketiga, yakni pilihan terapi terbatas. Dia mengatakan, tidak semua terapi kanker aman untuk janin, seperti kemoterapi, radioterapi dan operasi.

Bahaya terakhir, yakni bahaya terhadap janin itu sendiri. Dr Ngabila menjelaskan, akan terjadi risiko pada kelahiran prematur karena terapi atau kondisi kanker tersebut. Kemudian, akan ada risiko terpapar obat-obatan yang bisa memengaruhi organ janin.

“Meski jarang, ada laporan metastasis ke janin atau plasenta pada kanker tertentu (melanoma, leukemia),” tuturnya.

Atas dasar itu, dr Ngabila menekankan bahwa kasus kanker pada ibu hamil harus ditangani dengan hati-hati.

“Yang paling penting adalah diagnosis dini, pemantauan ketat, dan penanganan individual sesuai jenis kanker, stadium, dan usia kehamilan,” pungkas dr Ngabila.

Pewarta : Fifi Abdurahman