Jakarta, GPriority.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan seluruh pihak, khususnya pemerintah, untuk mengantisipasi potensi bencana di tengah lonjakan penumpang kereta api pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Hal tersebut disampaikan Listyo Sigit usai bersama Menteri Perhubungan dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) meninjau arus mudik Nataru di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (23/12).
“Saya kira kita hanya ingin memastikan bahwa manakala terjadi situasi yang personel-personel harus siap, khususnya apabila ada bencana, baik peralatan, sarana-prasarana, personelnya dan titik-titik terdekat semuanya kita harapkan betul-betul bisa respon cepat,” kata Listyo Sigit.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa libur Nataru. Menurutnya, berbagai potensi gangguan di jalur perjalanan harus dapat diatasi dengan cepat.
“Permasalahan-permasalahan yang ada bisa segera diatasi, dan ini tentunya menjadi bagian dari apa yang diperintahkan Bapak Presiden untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap libur nataru ini, khususnya terkait dengan layanan-layanan yang dipilih oleh masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Listyo Sigit menyampaikan bahwa berdasarkan dialog dengan masyarakat di Stasiun Pasar Senen, kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang paling diminati. Hal ini didukung oleh berbagai faktor kenyamanan yang dirasakan penumpang.
“Karena memang ada beberapa kenyamanan yang dirasakan, sehingga kemudian mereka bertahan antara lain, tepat waktu, ada tempat bermain anak, tempat laktasi, ada tempat kesehatan” ucap Listyo Sigit.
Listyo Sigit juga menyoroti potensi gangguan akibat cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas tinggi, sebagaimana diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah melakukan perbaikan dan penguatan jalur kereta api, termasuk penambahan batu di sejumlah titik rawan. Selain itu, lebih dari 2.000 personel tambahan juga direkrut untuk memperkuat pengamanan dan kesiapsiagaan.
“Kemudian tadi juga kita lihat direkrut 2.000 lebih personel untuk menambah perkuatan, salah satunya adalah mengantisipasi apabila terjadi bencana,” pungkasnya.
