Keindahan Padang Sidempuan dalam Lagu Ketabo

Sumatera Utara memiliki banyak lagu daerah, seperti Sinanggar Tulo yang mungkin sudah tidak asing ditelinga. Namun, selain Sinanggar Tulo, ada juga Ketabo. Lagu yang diciptakan oleh Nahum Situmorang ini dalam bahasa Indonesia berati “marilah”.

Lagu Ketabo memiliki makna untuk mengajak wisatawan agar berkunjung ke Kota Sidimpuan yang terkenal dengan perkebunan salaknya, terutama di kawasan kaki Gunung Lubukraya. Tidak hanya itu, lagu ini juga mengisyaratkan bahwa saat musim salak tiba, wisatawan dapat melihat gadis-gadis cantik yang berjualan.

Jika nantinya terpincut akan pesona gadis Sidempuan, mungkin bisa melanjutkannya ke tahap Markusip atau dalam istilah Mandailing artinya memadu kasih. Berikut lirik lagu Ketabo dan maknanya.

Lirik lagu Ketabo;
Ketabo keta bo keta bo dongan tu Sidempuanan
Musim ni salak sannari di si dongan tonggi tonggi sapot tai tabo
Tu si do tu si do ro do bujing-bujingi tu pokenan
Jeges jeges sude jengkar jengkar dongan jogi-jogi sude lago lago
Ile baya nungia muda manyapai ho Ile baya tabo begeon da bo
Keta bo keta bo keta bo dongan tu Sidempuanan
Aso markusip hita tu si dongan keta bo keta bo

Arti lagu Ketabo;
Marilah marilah kawan ke Sidempuan
Musim salak sekarang di sana teman, manis-manis sepat tetapi enak
Ke sanalah datang gadis-gadis untuk berjualan
Cantik-cantik semuanya kawan
Duhai kawan bila ada yang menyenangimu lebih baik kenal lebih lanjut dahulu
Marilah mari kawan ke Sidempuan
Agar bisa kita markusip di situ marilah marilah (VIA)

Related posts