Kejar Target Produksi Minyak, Bahlil Akui Baca Doa Lifting Tiap Malam

Kejar Target Produksi Minyak, Bahlil Akui Baca Doa Lifting Tiap Malam/Foto : Dok. Kementerian ESDM Kejar Target Produksi Minyak, Bahlil Akui Baca Doa Lifting Tiap Malam/Foto : Dok. Kementerian ESDM

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terus mendorong peningkatan produksi minyak nasional (lifting).

Dilansir dari laporan ANTARA, belum lama ini dalam agenda rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Bahlil juga berkelakar dirinya sampai membaca doa lifting setiap malam untuk mengejar target produksi minyak.

“Mengurus lifting ini, Bapak Ibu semua, saya jujur mengatakan kalau tidur malam, baca doa tidur malam terakhir baca doa lifting. Karena bagi saya, KPI saya yang dipegang oleh Bapak Presiden adalah apa yang ditargetkan dalam APBN,” ungkapnya.

Menurut Bahlil, upaya menaikkan lifting bukan hal yang mudah mengingat sebagian besar sumur migas Indonesia sudah tua dan mengalami penurunan produksi.

“Sumur-sumur kita ini semakin tua dan dibutuhkan akselerasi,” sebutnya.

Kendati demikian, capaian lifting pada tahun 2025 dilaporkannya telah memenuhi target APBN sebesar 605.800 barel per hari. Ia menekankan, capaian tersebut menjadi hasil kerja keras bersama antara pemerintah dengan sektor migas.

“Sekalipun kenaikannya belum signifikan, tapi per hari ini sudah mencapai target APBN. Lifting minyak kita sudah (mencapai) 605.800 barel per hari,” ujarnya pada Selasa (11/11) lalu.

Di samping itu, Bahlil juga menyatakan bahwa saat ini pemerintah terus berupaya untuk menemukan cadangan minyak baru serta mengoptimalkan sumur lama, walaupun dibutuhkan dukungan insentif bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memperluas investasi.

Ia melaporkan, PNBP sektor migas saat ini telah mencapai Rp200,66 triliun atau setara dengan 78,74 persen dari target APBN. Capaian ini juga menandakan peran strategis sektor migas guna menopang pendapatan negara.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan bahwa akselerasi eksplorasi dan kebijakan sweetener menjadi kunci dari kestabilan lifting disaat pemerintah menghadapi tantangan infrastruktur serta usia lapangan minyak yang kian menua.

“Termasuk bagaimana kita memberi sweetener agar mereka (pihak KKKS) bisa melakukan ekspansi,” tuturnya.