Jakarta, GPriority.co.id – Kemenbud (Kementerian Kebudayaan) dilaporkan bakal mengusulkan rendang ke UNESCO.
Saat ini Kemenbud tengah mempersiapkan pengajuan rendang, sajian ikonik dari Sumatera Barat, sebagai warisan budaya UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) pada 2025, sebagaimana dilansir dari Antara.

“Kita sedang menyiapkan rendang sebagai warisan dunia kepada Unesco,” ujar Undri, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III, Kamis (21/11) kemarin.
Menurut Undri, Kepala BPK Wilayah III, proses pengajuan tersebut membutuhkan kelengkapan dokumen, termasuk narasi sejarah rendang dan data komunitas kuliner Minang.
Sebelumnya, pengajuan tersebut telah diajukan pada 2023. Namun usulan tersebut masih perlu disempurnakan sebelum diajukan kembali.
“Sebetulnya 2023 sudah diusulkan namun beberapa bahannya terutama naskah tentang sejarah rendang masih perlu dilengkapi untuk disempurnakan,” tambah Undri.
Inisiatif ini tidak hanya merayakan pengakuan global rendang sebagai sajian terlezat di dunia pada 2011, tetapi juga memperkuat upaya untuk melindungi identitas budaya Indonesia.
Hal ini mencerminkan komitmen yang lebih luas untuk menampilkan kekayaan warisan kuliner Sumatera Barat di panggung internasional.
Kabar ini pun disambut baik oleh masyarakat Minangkabau yang juga turut berbangga soal keputusan tersebut.
“Sebagai warga Minangkabau saya sangat bangga kuliner asli Sumbar diusulkan ke kancah internasional,” ujar Neti, warga kota Padang yang sudah belasan tahun berkecimpung di dunia kuliner.
Rendang Bisa Jadi Bahan Diplomasi Internasional
Lebih lanjut Undri mengatakan, kehadiran rendang yang didaftarkan ke UNESCO, dapat menjadi bahan diplomasi pada kancah internasional.
Terlebih, rendang menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang banyak digemari di seluruh dunia.
“Saat ini, ketika orang mendengar Minangkabau pasti berpikir tentang kuliner, terutama rendang. Yang tidak kalah penting ialah rendang sebagai jati diri dan identitas masyarakat Sumatera Barat,” ungkap Undri.

Rendang merupakan hidangan tradisional Indonesia berupa daging sapi yang dimasak perlahan dalam santan dengan rempah-rempah seperti kunyit, ketumbar, serai, lengkuas, dan jahe.
Rendang biasanya dimasak selama 7-8 jam dengan melalui 3 tahapan. Saat masih berkuah, rendang disebut sebagai gulai.
Sementara daging yang sedikit kental, disebut kalio. Sejatinya, daging yang dimasak paling rendah cairannya barulah disebut rendang.
Rendang otentik memiliki cita rasa harum dengan aroma daun jeruk purut dan serai, serta sedikit rasa pedas dari cabai.
Foto : Istimewa
