Kemkominfo Akan Bentuk Dewan Media Sosial, Apa Tugas Utamanya?

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) saat ini dilaporkan sedang mengkaji mengenai pembentukan Dewan Media Sosial (DMS). Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Usman Kansong, pada Rabu (29/5) kemarin.

“Betul ada masukan dari Unesco, tetapi kita harus mengkajinya lebih jauh. Apa yang perlu kita kaji, nomer satu tentang lembaga ini akan berupa apa, bentuknya akan seperti apa,” ungkap Usman seperti dilansir dari laman RRI.

Lebih lanjut, Usman mengatakan jika pembentukan Dewan Media Sosial ini membutuhkan waktu yang tak sebentar, serta didukung dengan undang-undang. Adapun, nantinya tugas Dewan Media Sosial diharapkan dapat memfilter berbagai konten yang bermunculan di media sosial.

“Seperti yang kita tahu, untuk membuatnya (undang-undang) dibutuhkan waktu yang lama,” ujar Usman.

Usman menyebutkan, ada kemungkinan jika Dewan Media Sosial bisa jadi berdiri independen tanpa berada dibawah naungan pemerintah, tidak seperti Dewan Pers.

“Kalau di bawah pemerintah kan sudah ada Kemkominfo. Jadi untuk apa lagi ada lembaga yang baru,” jelasnya.

“Berdasarkan UU ITE, pemerintahlah yang berwenang mengontrol dunia digital, seperti kewenangan memblokir dan takedown. Bahkan ada ketakutan yang disampaikan DMS kalau lembaga ini nantinya malah membatasi kebebasan berpendapat dan kebebasan pers,” lanjutnya.

Usman juga menambahkan bahwa selama ini Kominfo sudah bertugas melakukan pengawasan dunia digital melalui dua mekanisme.

Pertama, Prebunking yang merupakan upaya mencegah atau meliterasi masyarakat. Kedua, debunking yaitu kewenangan untuk negara meminta takedown sebuah konten/unggahan.

Dalam menjalankan dua mekanisme tugas tersebut, diakui Usman bahwa Kominfo selama ini juga bekerja sama dengan platform digital seperti Facebook dan Google.

Foto : Kemkominfo RI