Kemlu RI Beri Respon Usai Israel Serang RS Indonesia di Gaza

Kemlu RI Beri Respon Usai Israel Serang RS Indonesia di Gaza Kemlu RI Beri Respon Usai Israel Serang RS Indonesia di Gaza

Jakarta, GPriority.co.id – Rumah Sakit (RS) Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, terpaksa ditutup menyusul serangan Israel yang secara efektif melumpuhkan semua layanan medis di daerah tersebut.

Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza pada Minggu (18/5) lalu, sebagaimana dikutip dari ANTARA, rumah sakit tersebut tidak lagi beroperasi.

“Pasukan Israel telah mengintensifkan pengepungan mereka, melancarkan serangan besar-besaran di sekitar Rumah Sakit Indonesia dan daerah sekitarnya. Mereka telah memblokir akses bagi pasien, tenaga medis, dan persediaan, sehingga rumah sakit tidak dapat beroperasi,” lapor kementerian tersebut.

RS Indonesia di Gaza berfungsi sebagai pusat perawatan kesehatan utama di Gaza utara, menyusul penutupan rumah sakit Kamal Adwan dan Beit Hanoun tahun lalu karena serangan udara Israel yang menghentikan operasi mereka, dikutip dari Al Jazeera.

Dengan penutupan terbaru ini, semua rumah sakit umum di Gaza Utara kini tidak beroperasi. Serangan itu terjadi di tengah lonjakan serangan udara Israel, yang dilaporkan telah menewaskan 103 orang di seluruh Jalur Gaza. Sebagai respon atas serangan tersebut, Kemlu RI pun mengecam tindakan itu.

“Indonesia mengecam keras serangan yg terus dilakukan Israel di seluruh Jalur Gaza, termasuk terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara. Serangan Israel thd fasilitas sipil merupakan pelanggaran berat atas hukum internasional, hukum humaniter internasional, dan hak asasi manusia,” tulis Kemlu RI pada postingan X-nya.

Kabar terbaru, 2,1 juta orang di Gaza menghadapi kekurangan pangan yang serius. Hampir setengah juta orang sudah mengalami kelaparan ekstrem, menderita kekurangan gizi, penyakit, dan bahkan kematian. Setelah memblokir hampir semua pasokan selama 10 minggu, Israel akan mengizinkan sejumlah kecil makanan masuk ke Gaza.

Menurut kantor Perdana Menteri Netanyahu (seperti dikutip AFP), hal ini dilakukan untuk menghindari krisis kelaparan total dan untuk mendukung serangan tentara Israel berikutnya terhadap Hamas. Pernyataan tersebut mengatakan bahwa jika krisis pangan besar terjadi, hal itu dapat mengacaukan rencana militer.

Israel juga mengatakan akan berusaha memastikan Hamas tidak mendapatkan bantuan apa pun. Blokade, yang dimulai pada 2 Maret lalu, dimaksudkan untuk menekan Hamas agar membuat semacam kesepakatan.

Namun, kelompok-kelompok PBB telah memperingatkan bahwa orang-orang di Gaza kehabisan makanan, air bersih, bahan bakar, dan obat-obatan. Sayangnya, kantor Netanyahu tidak menjelaskan apa sebenarnya arti “jumlah makanan pokok”, tetapi mengatakan bantuan apa pun yang berhasil masuk akan terhindar dari Hamas.

Foto : Dok. Al Jazeera