Kemlu: Tidak Ada Warga WNI yang Jadi Korban Bencana Libya

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Aflaha Rizal Bahtiar

Jakarta, GPriority.co.id – Banjir bandang telah yang terjadi di Libya dikabarkan telah menewaskan sekitar 20.000 orang di Kota Derna, Libya Timur.

Hal itu dipicu oleh badai Daniel yang menyapu penduduk Libya, sehingga menyebabkan curah hujan dan juga banjir.

Melansir dari Sindo News, sebagian kota menurut beberapa pejabat seperempat atau lebih telah musnah.

Mengenai kejadian ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, prinsipnya sejauh pemerintah house country meminta bantuan internasional, Indonesia sebagai sahabat dekat akan mempertimbangkan.

“Tapi sejauh ini memang pemerintah Maroko belum meminta bantuan asing. Pemerintah Libya pun masih melakukan diskusi KBRI di Tripoli. Karena peristiwa ini terjadi di bagian Timur,” ungkapnya di Ruang Nusantara Kemenlu, Kamis (15/9).

Lebih lanjut, Juru Bicara Kemlu juga mengatakan, sejauh ini tidak ada WNI yang jadi korban akibat bencana di Libya.

“Kita sedang melakukan identifikasi terus. Tapi so far tidak ada korban WNI. Karena ini di bagian timur dan daerahnya cukup jauh jadi kita memastikan,” katanya.

“Tapi sejauh ini tidak ada WNI yang jadi korban,” ucapnya.