Kenali Kayau, Tradisi Lama Suku Dayak yang Sudah Ditinggalkan

Kayau atau lebih dikenal dengan Ngayau merupakan tradisi berburu kepala musuh yang dilakukan oleh Suku Dayak termasuk Iban yang berada di Kalimantan.

Kayau sendiri dilakukan dikarenakan suku dayak merasa terancam atau saat musuh mengganggu mereka.

“ Menurut cerita yang saya dengar, dulu jika ada orang asing yang memasuki hutan kekuasaan suku Dayak tanpa izin akan diburu kepalanya. Penebasan kepala musuh sendiri dilakukan karena mereka percaya cara ini akan menghindarkan dari gangguan roh jahat yang ada di dalam diri musuh.Tak semua suku Dayak dulu melakukan tradisi berburu kepala, hanya suku tertentu saja yang melakukannya seperti Suku Dayak Ngaju, Kenyah, dan Iban,” ucap Pelaku Seni budaya Suku Dayak ,Iiq Pribadi SE yang diwawancarai via WhatsApp pada Rabu, 8 September 2021.

Untuk Suku Dayak Ngaju, Carl Bock dalam berjudul The Head Hunters of Borneo yang diterbitkan di Inggris pada tahun 1882 mengatakan bahwa Tradisi ngayau bagi Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah dilakukan untuk kepentingan upacara Tiwah. Ritual tiwah sangat sakral dan penting dalam mengantar jiwa seseorang ke tingkat kehidupan selanjutnya. Masyarakat Dayak Ngaju percaya apabila mereka belum melakukan prosesi tiwah bagi keluarganya, arwah orang yang meninggal akan tetap berada di dunia dan tidak dapat menuju ke tempat asal.

Itu sebabnya, bagi masyarakat Dayak Ngaju, mengadakan ritual tiwah wajib hukumnya, terutama apabila almarhum masih menganut kepercayaan Kaharingan. Mereka yang melakukan ritual ini biasanya mengincar lelaki adat yang kuat berkelahi. Konon, semakin kuat buruannya, ritual Tiwah akan berlangsung dengan lancar.

Sedangkan untuk Suku Dayak Kenyah, tradisi ngayau berkaitan dengan tradisi Mamat. Para prajurit yang telah kembali dari perburuan dan kalahkan musuhnya disambut dengan tradisi Mamat Bali Akang yang amat keramat. Dengan iringan alat musik tradisional seperti sampe, gambangan kayu, para perempuan suku dayak Kenyah menyambut para pahlawan itu dengan tarian penyambutan Datun Julud.

Sedangkan untuk Suku Dayak Iban, tradisi berburu kepala disebut Gawai. Upacara ini tidak hanya bersifat religius, tetapi juga melibatkan pesta besar-besaran dengan minum-minuman dan bersenang-senang.

Namun seiring dengan masuknya agama di Kalimantan terutama di Suku Dayak Iban, Kenyah dan Ngaju tradisi ini lambat laun menghilang. “ Agama melarang kita untuk  membunuh dan memenggal kepala. Untuk itulah tradisi ini ditinggalkan,” tutup Iiq yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat .(Hs.Foto.dok.pribadi)  

Related posts