Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Humas DPMPTSP
Jakarta, Gpriority.co.id— Pertumbuhan ekonomi dan integrasi antarwilayah merupakan hal yang menjadi fokus utama dalam pembangunan berkelanjutan. BIMP-EAGA adalah salah satu wadah penting yang memiliki potensi besar untuk mendorong kolaborasi serta pertumbuhan ekonomi di kawasan.
Salah satu potensi terbesar di Kalimantan Timur adalah ketahanan pangan. Sebagaimana yang diungkap oleh Kepala DPMPTSP Kaltim Puguh Harjanto, program yang sedang berjalan adalah ketahanan pangan yang disebut sudah running.
“Dari ketahanan pangan ya, ada beberapa produk yang sudah running dan ekspor. Berharap komoditas ini kan belum sebesar diekspor di tempat lain, dan ini yang perlu digali lebih jauh,” ungkapnya kepada Gpriority saat ditemui di JW Marriott Jakarta, Kamis (31/8).
Sejauh ini, beberapa produk yang sudah diekspor menjadi momen yang tepat terhadap adanya IKN. Sebab, IKN menjadi pergerakan mobilitas migrasi penduduk yang juga jadi potensi peluang.
“Ini tentu beberapa strategi yang disusun bagaimana baik pemenuhan ketahanan pangan sendiri, juga memaksimalkan terhadap ekspor. Sekarang on progress desain hilirisasi sektor ketahanan pangan,” lanjut Puguh Harjanto.
“Sekarang produk di Kutai Timur ya, salah satunya pisang gepok yang sudah ekspor,” ungkapnya lebih lanjut.
Puguh Harjanto berharap, di samping bisnis, mitigasi diharapkan bisa maksimal desainnya. Selain itu, fasilitas pemerintah yang sudah berjalan serta profiling sektor-sektor yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih jauh.
“Semuanya kan masuk di BIMP-EAGA. Tentu memungkinkan bisa dikembangkan lagi. Kalau dilihat dari potensi dan peluang, dan ditambah dengan semangat nasional terhadap pembangunan ekonomi dan pemerataan,” pungkasnya.
