Ketua DPRD Joni Tekankan Investor Wajib Bangun Pabrik Hilirisasi di Kutim

Jakarta, GPriority.co.id – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Joni menekankan kepada para investor yang ingin berinvestasi di Kutim wajib membangun pabrik hilirisasi di wilayahnya. Dia memastikan, pemerintah kabupaten (pemkab) telah menyiapkan fasilitas guna mendukung kelancaran investasi salah satunya terletak di KEK Maloy.

“Pemerintah sudah mempersiapkan fasilitasnya, kalau bagi saya wajib untuk membangun hilirisasinya di Kutim dimana mereka beroperasi atau berkebun. Yang jelas, kami dari legislatif mendukung sekali kalau ada perusahaan yang berinvestasi di Kutim. Kita berharap juga mereka membangun hilirisasinya di Kutim, daripada ditempat lain,” ujar Joni kepada GPriority dalam Forum Investasi Kutai Timur di Hotel Js Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin (10/6).

Joni mengungkapkan, bahwa sebelumnya pemkab pernah kebobolan karena ada perusahaan sawit yang membangun pabriknya di luar wilayahnya yakni di Bontang. Menurut dia, hal ini terjadi akibat masih minimnya fasilitas yang tersedia.

Tetapi saat ini, dia menegaskan, fasilitas sudah dibangun, sehingga tidak ada lagi perusahaan yang membangun pabrik hilirisasinya diluar Kutim.

“Karena kami juga tidak bisa memaksa dan belum menyiapkan fasilitasnya. Nah saat ini, fasilitasnya disiapkan, jadi tidak ada lagi membangun diluar harus di Kutim. Hilirasinya di Kutim bukan diluar, itu harapan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Joni meminta kepada Bupati Kutim Ardiansyah untuk lebih tegas memberikan teguran kepada Perusahaan yang masih bandel.

“Saya nanti sampaikan ke bupati di kerasi saja, kita yang punya wilayah, kita yang ngatur, bisa saja keluarkan edaran, edaran bupati, kalau nggak mempan hantam lagi perbup, apalagi perda untuk diwajibkan membangun pabrik disana,” ucapnya memungkasi.

Sebagai informasi, salah satu Lokasi pabrik hilirisasi di Kutim berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan. Kawasan ini kaya akan sumber daya alam terutama kelapa sawit, kayu dan energi didukung dengan posisi geostrategis yaitu terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II).

Dilansir kekmbtk.co.id, Hingga 2025, KEK yang ditetapkan pada bulan Oktober 2014 ini ditargetkan dapat menarik investasi sebesar Rp 34,3 triliun dan meningkatkan PDRB Kutai Timur hingga Rp 4,67 triliun per tahunnya.

Foto: GPriority