KIP 2026, Gubernur Kaltara Buka Peluang Besar di Sektor Pariwisata dan Hilirisasi

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang dalam pembukaan Kaltara Investment Forum 2026 yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (7/5). Foto: dok.Pemprov Kaltara Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang dalam pembukaan Kaltara Investment Forum 2026 yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (7/5). Foto: dok.Pemprov Kaltara

Jakarta, GPriority.co.id – Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan keseriusannya dalam mendorong pertumbuhan investasi berkelanjutan melalui penguatan sektor pariwisata dan hilirisasi industri.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pembukaan Kaltara Investment Forum 2026 yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (7/5).

Forum bertema “Encouraging Sustainable Investment Growth in North Kalimantan Through Tourism and Downstreaming”itu menjadi wadah strategis mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan calon investor untuk memperkuat transformasi ekonomi di wilayah perbatasan tersebut.

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, mengatakan peningkatan investasi di sektor unggulan diyakini mampu memberikan dampak luas terhadap pembangunan ekonomi daerah.

“Peningkatan aktivitas investasi, khususnya pada sektor pariwisata dan hilirisasi, diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat struktur ekonomi yang lebih tangguh,” kata Zainal dalam sambutannya.

Ia menegaskan investasi bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, masuknya investasi dapat membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, hingga membantu pengendalian inflasi daerah.

Dalam forum tersebut, Pemprov Kaltara juga memaparkan capaian realisasi investasi sepanjang Triwulan I Tahun 2026 yang telah melampaui Rp11 triliun. Angka itu setara sekitar 36 persen dari target investasi tahunan sebesar Rp30,550 triliun.

“Ini menjadi fondasi kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemprov Kaltara turut menawarkan sejumlah proyek strategis yang dinilai potensial untuk dikembangkan investor. Beberapa sektor unggulan yang dipromosikan antara lain hilirisasi perikanan seperti udang windu, bandeng, kepiting, dan rumput laut, hingga pengembangan industri peternakan dan sektor pariwisata.

Selain itu, peluang investasi juga dibuka lebar di Kawasan Industri Hijau Indonesia yang saat ini mulai diisi sejumlah tenant strategis nasional.

“Saat ini sudah ada tenant seperti PT Kalimantan Aluminium Industri, PT Kaltara Power Indonesia, dan PT Taikun Petrochem. Artinya peluang investasi di Kaltara masih sangat terbuka,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan kerja sama investasi, agenda KIF 2026 juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Kaltara dan sejumlah investor.