KKP Salurkan Bantuan Bioflok dan Excavator di Agara, Pj Bupati: Manfaatkan Dengan Sebaik-baiknya

Penulis : Zulfitra | Editor : Dimas A Putra | Foto : Istimewa

Aceh, GPriority.co.id – Penjabat Bupati Aceh Tenggara, Syakir mengingatkan kelompok-kelompok pembudidaya ikan yang terpilih mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia agar dapat memanfaatkan seluruh bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Sehingga, diharapkan dengan demikian nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara, khususnya semua anggota kelompok.

Tak hanya itu, Syakir juga menekankan kepada pemenerima manfaat tidak menyalahgunakan bantuan tersebut.

“Ingat, bantuan jangan sampai disalahgunakan,” kata Syakir, Minggu, 22 Oktober 2023, kemarin.

Seperti diketahui, sebanyak 5 kelompok pembudidaya ikan di Aceh Tenggara menerima bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia melalui Inspektur Jenderal Kementerian KKP,  Tornanda Syaifullah.

Bantuan disalurkan untuk pembudidaya ikan yang menerapkan sistem bioflok dikawasan Desa Kute Lang-Lang Baru, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara tersebut berupa benih ikan, kolam bioflok, pakan ikan, hingga unit excavator.

Irjen Kementerian KKP RI, Tornanda Syaifullah dalam arahannya menyampaikan, bantuan diberikan kepada 5 kelompok pembudidaya ikan yang tersebar dikecamatan Bambel, Babussalam, Lawe Alas, dan Ketambe.

“Ada satu kelompok dikawasan Bambel, kemudian kecamatan Babussalam, lalu dua kelompok dikecamatan Lawe Alas serta satu kelompok di kecamatan Ketambe,” kata Tornanda Syaifullah, Minggu (22/10).

Tornanda menyebut, setiap kelompok penerima bantuan program bioflok akan mendapat 15 ribu ekor benih ikan lele. 

Dan ada sebanyak 1.980 kilogram pakan ikan, paket obat-obatan serta enam unit kolam bioflok serta ada satu bangunan.

Tak hanya itu, KKP juga menyalurkan bantuan satu unit penangkaran ikan jurung, dan khusus diserahkan kepada kelompok pembudidaya Gotong-Royong yang berada di desa Natam Baru, Kecamatan Badar.

“Selanjutnya, sebanyak 400 ribu ekor benih ikan mas masing-masing dibagikan kepada dua kelompok dikecamatan Deleng Pokhkisen serta Lawe Bulan,” katanya.

Ada suatu hal yang cukup menggembirakan bagi penerima manfaat. Selain bibit, pakan ikan, dan kolam bioflok, KKP juga memberikan bantuan lainnya berupa satu unit excavator standar 1.300 PC buatan Pindad.

Bantuan tersebut, khusus diperuntukkan untuk kelompok pembudidaya ikan bersama yang ada dikawasan Desa Lawe Pangkat, Deleng Pokhkisen.

“Hingga akhir tahun ini, KKP RI telah menyalurkan bantuan untuk Aceh Tenggara berupa paket bioflok yakni benih ikan, peralatan, dan pakan, sarana prasarana serta satu unit excavator,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Perikanan Agara, Firman Desky menambahkan, kelompok pembudidaya ikan sistem bioflok penerima bantuan merupakan kelompok binaan yang ada dibawah Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. 

Ia mengungkapkan, kelompok pembudidaya ikan di Aceh Tenggara yang menerima bantuan ini, seluruhnya telah sesuai kriteria dan memenuhi syarat untuk dapat menerima bantuan dari kementerian KKP.

“Pemberian bantuan ini dilakukan khusus kepada kelompok pembudidaya sistem bioflok yang telah memenuhi syarat dan kriteria untuk melakukan budidaya bioflok,” ujarnya.