Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan Transformasi Pendidikan Vokasi di Kawasan Asean

Penulis: Dimas | Editor: Lina F | Foto: Kemendikbudristek

Jakarta,GPriority.co.id-Kawasan ASEAN mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan kolaborasi dalam pendidikan vokasi (Technical and Vocational Education and Training/TVET) melalui integrasi berbagai sarana dan platform digital.

Salah satu upaya kolaboratif yang telah dilakukan yakni lewat Konferensi Internasional TVET yang mengusung tema ‘Collaborative Framework on TVET Reformation in Encouraging Innovation through Collaboration Between TVET and Business Entity/Industry’ di Batam, pada tanggal 3 – 5 Juli 2023.

Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus menjalin hubungan bersama negera di kawasan ASEAN dalam mewujudkan pendidikan vokasi.

“Kita telah terlibat dalam diskusi yang mendalam, berbagi praktik baik, dan menjalin kerja sama regional di bidang pendidikan vokasi,” tutur Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati dalam keterangan resminya, dikutip GPriority, Jumat (7/7).

Kiki menuturkan telah dirumuskan rekomendasi bersama bertajuk ‘Reforming ASEAN TVET through Strengthened Regional Collaboration’.

Kata Kiki, rekomendasi tersebut memuat pemikiran kolektif untuk meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi.

“Memenuhi tuntutan industri dan pasar tenaga kerja yang terus berkembang, pentingnya pembelajaran berbasis proyek, serta transformasi digital dalam TVET,” urainya.

Selain melakukan diskusi dan merumuskan rekomendasi, delegasi juga berkesempatan melakukan kunjungan lapangan ke Nongsa Digital Park (NDP) dan Politeknik Negeri Batam (Polibatam), yang dilanjutkan dengan seremoni penutupan konferensi, Rabu, (5/7).

Kepala Kantor ASEAN di Kamboja, Sophea Phann yang hadir dalam acara tersebut mengatakan mengunjungi NDP dan Politeknik Negeri Batam merupakan pengalaman yang membuka wawasan baru.

“Integrasi alat dan platform digital menunjukkan potensi besar untuk kolaborasi dalam pendidikan vokasi, dan saya bersemangat untuk mengimplementasikan pembelajaran ini di negara saya sendiri,” tegasnya.

Adapun peserta lain dari Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Heriad Daud Salusu, menuturkan memperoleh inspirasi pada saat mengunjungi gedung Technopreneur Polibatam.

Ia berujar menyaksikan upaya kolaboratif dan suasana pembelajaran berbasis proyek yang menyenangkan “Di NDP dan Politeknik Negeri Batam telah memotivasi saya untuk mendorong dan mengadopsi peningkatan kontribusi terhadap kolaborasi TVET di Politani Samarinda,” ucap Heriad.