Komunitas KCJ Ajarkan Anak Pesisir Ilmu Jurnalistik Sejak Kecil

Jakarta, GPriority.co.id– Dikenal sebagai perkampungan kumuh dengan sampah-sampah yang bertumpuk, siapa sangka jika di Cilincing, Jakarta Utara terdapat sebuah komunitas yang mengajarkan anak-anak pesisir tentang dunia jurnalistik.

Kelas Jurnalis Cilik atau KJC merupakan komunitas kelas lapangan dengan konsep belajar dan bermain, yang memberikan pengetahuan dan keterampilan jurnalistik untuk anak-anak pesisir di daerah Cilincing, Jakarta Utara. 

Didirikan pada 1 Juli 2018 oleh Syamsudin Ilyas, seorang mantan pewarta foto di salah satu media. KJC merupakan impian Ilyas yang ingin menyalurkan ilmu jurnalistiknya dan mencegah anak-anak pesisir berbuat kenakalan yang sia-sia.

Dalam menjalankan ide ini, Ilyas awalnya dibantu Satriawan dan beberapa orang lainnya. Namun, rekan-rekan Ilyas memilih mundur lantaran tidak ada uang yang dihasilkan dari KJC yang sifatnya gratis.

Belum lagi pada saat itu KJC sempat mendapat penolakan dan anggapan miring dari masyarakat setempat. Ajakan Ilyas kepada para orang tua untuk mendaftarkan anaknya juga pernah diabaikan.

Setelah 5 tahun berdiri, kini KJC terbukti telah memberikan dampak positif bagi anak-anak pesisir. KJC berhasil menghadirkan kelas rutin di tengah kampung pesisir dan diikuti puluhan anak-anak.

Komunitas ini mengadakan kelas setiap hari Sabtu, bertempat di sekitar daerah Pesisir Cilincing dengan peserta mayoritas diisi oleh anak-anak di usia sekolah dasar (SD).

Dalam menyampaikan materi seputar jurnalistik, KJC menggunakan pola belajar yang sesuai dengan anak-anak. Sistem belajar sambil bermain dengan porsi 60 persen pada praktik lapangan dan 30 persen teori, terbukti mampu menarik minat anak-anak.

Selain itu, cara ini dianggap membuat anak-anak lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Adapun materi tersebut disusun sendiri oleh Ilyas berdasarkan pengalamannya sebagai jurnalis.

Terdapat beberapa tahapan kelas dalam KJC. Di bulan pertama anak-anak akan diberi materi seputar penulisan dan teknik reportase di lapangan. Materi tentang 5W + 1H dan melakukan reportasi langsung di lapangan menjadi pelajaran pertama yang diterima anak-anak.

Di bulan kedua, anak-anak mulai terjun ke masyarakat. Mereka akan dibekali kardus yang bagian tengahnya dibolongi. Kardus itu diibaratkan kamera bagi anak-anak. Tujuan awalnya adalah untuk menumbuhkan keberanian mereka saat meliput sesuatu.

Baru di bulan ketiga, anak-anak bisa turun langsung untuk memotret menggunakan kamera sungguhan. Di sini mereka akan mengaplikasikan semua materi yang telah diajarkan di tahap-tahap sebelumnya di lapangan. Dimulai dari melakukan reportase, wawancara hingga memotret objek.

Bulan keempat merupakan akhir dari pertemuan anak-anak KJC dalam satu angkatan. Selanjutnya mereka akan dinyatakan lulus. Kelulusan anak-anak biasanya dirayakan lewat penyelenggaraan pameran fotografi karya anak-anak KJC yang dipajang di sekitar pesisir Cilincing.

Pada penyelenggaran tahun pertama KJC, karya anak-anak dipamerkan di sepanjang Jalan Karya Baru, Cilincing. Dari pameran tersebut, hasil karya anak-anak pesisir kemudian dipamerkan dalam ajang pameran foto berskala nasional di Museum Jakarta dan berskala internasional di Jakarta.

Saat ini, KJC telah sampai pada angkatan kelima yang baru saja menyelesaikan periode kelas mereka pada 18 September lalu. KJC mengumumkan kelulusan Angkatan 5 lewat pameran foto dan peluncuran buku fotografi yang diselenggarakan di Lapangan Bola Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara. 

Acara yang berlangsung dari 16-18 September 2022 itu mengusung tema “Ragam Ilusi Di Ufuk Pesisir” dan dibuka oleh Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf Dewi Hendriyani.

Pada pameran ini masyarakat sekitar bisa melihat sejumlah hasil jepretan anak-anak KJC yang berupa 44 karya foto terpilih dari 35 anak pesisir Cilincing. (Vn)