Korban Bom Israel, Populasi Umat Kristen di Palestina Terus Menurun

Umat katolik di Gaza yang menjadi korban serangan bom Israel/Foto : Dok. Financial Times Umat katolik di Gaza yang menjadi korban serangan bom Israel/Foto : Dok. Financial Times

Palestina, GPriority.co.id – Serangan Israel terus berlanjut di Palestina. Konflik ini bukan menargetkan satu agama semata, namun juga menyerang umat Kristen dan Katolik di wilayah tersebut.

Terbaru, bom Israel meruntuhkan Gereja Keluarga Kudus (Holy Family Church) yang merupakan satu-satunya gereja Katolik di jalur Gaza, Palestina, pada Kamis (17/7).

Dari serangan tersebut, tiga orang tewas sementara sembilan lainnya luka-luka. Bom Israel menyerang gereja tersebut saat puluhan warga sipil sedang berlindung di kompleks Gereja Keluarga Kudus. Selain itu, Israel juga menyerang Gereja Saint Porphyrius dan menewaskan 18 orang.

Ini bukan serangan pertama yang dilakukan Israel di Gereja Palestina. Pada 19 Oktober 2023 lalu, Israel menyerang Gereja Saint Porphyrius dan menewaskan 16 orang. Hal ini menambah penderitaan bagi minoritas penganut agama Kristen di wilayah tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, Ibrahim Jahsan, salah satu umat Kristen di Gaza dan berlindung bersama keluarganya di gereja, mengungkap trauma mendalam akibat serangan bom Israel.

Mereka selama ini menganggap gereja sebagai tempat yang aman, namun ternyata tak bisa terhindar juga dari serangan Israel.

Merespon serangan tersebut, Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan penyerangan Israel terhadap satu-satunya gereja Katolik di Gaza, yang juga menampung umat Muslim serta anak-anak disabilitas.

Perlu diketahui, umat Kristen di Palestina merupakan komunitas Kristen tertua di dunia yang tinggal di Tanah Suci, sejak awal abad Masehi. Namun yang memprihatinkan, sejak negara Israel berdiri pada tahun 1948, populasi umat Kristen di Palestina terus menurun.

Mereka mengalami kekerasan, diskriminasi, serta pengusiran. Dari total sekitar 145.000 jiwa di tahun 1946, kini menurut laporan hanya tersisa 1.000 umat Kristen di Gaza. Hal ini menandakan kekristenan di wilayah tersebut semakin menurun dan bahkan terancam akan punah.

Serangan Israel terhadap tempat-tempat ibadah di Gaza sangat dikecam, terlebih tempat ibadah merupakan tempat berlindung terakhir untuk komunitas tersebut.