Korban Longsor Cisarua Bandung Barat: 16 Kantong Jenazah Ditemukan, 80 Orang Masih Hilang

Jakarta, GPriority.co.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali bertambah. Hingga Minggu (25/1) siang, Polda Jawa Barat mencatat telah menerima 16 kantong jenazah korban longsor yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.

Seluruh jenazah saat ini ditempatkan di Pos Disaster Victim Identification (DVI) Puskesmas Pasirlangu untuk menjalani proses identifikasi.

“Per pukul 12.00 WIB hari ini, jumlah kantong jenazah yang kami terima bertambah menjadi 16. Sebelumnya, pada hari kemarin kami telah mengekspos 11 kantong jenazah,” ujar Hendra Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan di Bandung, Jawa Barat.

Dari total jenazah yang diterima, sembilan korban telah berhasil diidentifikasi melalui pencocokan data ante-mortem, baik secara manual maupun digital. Proses ini memanfaatkan sistem elektronik terintegrasi dengan data kependudukan (KTP) guna mempercepat kepastian identitas korban.

Hendra menjelaskan, Pos DVI berfungsi sebagai pusat penanganan seluruh jenazah hasil evakuasi Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BNPB, Polri, dan TNI. Setiap jenazah menjalani pemeriksaan post-mortem, mulai dari identifikasi gigi, wajah, sidik jari, hingga ciri fisik lainnya.

Sementara itu, pencarian korban longsor masih terus dilakukan. Hingga saat ini, sekitar 80 orang dilaporkan hilang dan diduga masih tertimbun material longsor.

Bencana tersebut juga menimbulkan kerusakan signifikan pada permukiman warga. Tercatat lebih dari 30 rumah rusak dari total 34 kepala keluarga, serta menyebabkan 300 hingga 400 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.

“Dari sembilan jenazah yang telah teridentifikasi, seluruhnya sudah diserahkan kepada keluarga pada hari sebelumnya,” kata Hendra.

Ia menambahkan, pihak kepolisian bersama instansi terkait akan kembali menggelar rapat koordinasi sebelum menyerahkan jenazah lain yang telah teridentifikasi kepada keluarga korban yang sejak pagi menunggu di sekitar lokasi Pos DVI.