Jakarta,Gpriority-Mingachevir merupakan kota industri terbesar yang berada di wilayah Azerbaijan. Tak hanya industri, kota ini dikenal pula sebagai pusatnya energi, karena pembangkit listrik hidrolektrik ada di sana, tepatnya di sungai Kura.
Armenia yang mengetahui bahwa Mingachevir merupakan salah satu pusat kehidupan Azerbaijan segera melancarkan rudalnya pada Minggu (4/10). Tak ayal perbuatan ini mendapat kecaman dari pihak Azerbaijan. Asisten Presiden Azerbaijan, Hikmet Hajiyev dalam keterangan persnya yang dikirim pada Senin siang (5/10/2020) mengatakan bahwa Ini merupakan perbuatan yang biadab dan tidak berperikemanusiaan.
“ Akibat dari serangan tersebut, banyak masyarakat Mingachevir seperti dilaporkan Menteri Pertahanan mengalami luka-luka,” tegas Hajiyev.
Kecaman juga datang dari Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev. Menurut Aliyev, pihaknya akan membalas serangan yang diluncurkan oleh Armenia ini. “ Namun jika pihak Armenia meminta kami untuk tidak melakukan balasan dan melakukan jalan damai, kami bersedia. Syaratnya, Armenia harus meminta maaf dihadapan publik atas serangan yang mereka lakukan terhadap Azerbaijan. Armenia juga harus mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh yang pada saat ini tengah menjadi sengketa sebagai wilayah Azerbaijan dan menarik mundur semua pasukan Armenia dari wilayah konflik tersebut,” tegas Ilham Aliyev.
Aliyev dihadapan publik mengatakan bahwa Nagorno-Karabakh merupakan wilayah yang masuk ke dalam Azerbaijan. “ Namun Armenia terus mengusiknya dan menempatkan angkatan bersenjatanya di sana, sehingga perang untuk memperebutkan wilayah tersebut tidak terelekkan. Kami berharap perang ini segera berakhir dengan adanya permintaan maaf Armenia sekaligus pengakuan terhadap wilayah Nagorno-Karabakh, sehingga tidak ada lagi korban yang timbul dari kedua belah pihak,”tegas Aliyev.(Hs)
