Kotawaringin Barat Bawa Kerajinan Limbah Kayu Ulin dan Sedotan Purun di KriyaNusa 2024

Jakarta, GPriority.co.id – Kali kedua bergabung dengan Dekranasda lewat pameran KriyaNusa, di tahun ini Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, membawa kerajinan limbah kayu ulin dan sedotan purun berbahan alami, di KriyaNusa 2024. Pameran ini diselenggarakan di JCC Senayan, Jakarta.

“Kalau kami di Kalimantan Tengah itu namanya purun. Ini bisa untuk tikar juga. Tapi yang masih dalam bentuk tanamannya itu berbentuk bulat seperti bambu kecil. Harganya ini bervariasi,” ujar Dadang Tri Prasetyo, Kabid Pengelolaan Pasar Kotawaringin Barat, Rabu (28/8).

Bicara soal harga produk, untuk tas berbahan purun dengan ukuran kecil, dibanderol dengan harga Rp50 ribu. Sedangkan ukuran biasa Rp60 ribu. Sementara untuk tas purun yang menggunakan lapis dalam harganya yaitu Rp75 ribu.

“Sedotan dari purun yang ramah lingkungan itu 1 kotak isi 50 harganya Rp35 ribu. Memang di impor juga ke Korea dan Australia. Karena dia ramah lingkungan dan sudah BPOM. Jadi ada expirednya juga. Nanti akan berjamur kalau sudah lama,” jelas Titik Elly Wina, Kabid Industri dan Pengurus Dekranasda Kotawaringin Barat.

Selain itu Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur juga membawa produk dari buah kayu ulin (dikenal dengan kayu besi). Produk tersebut memiliki khasiat untuk penyakit diabet, peluntur lemak, kolesterol, serta berguna untuk orang yang cuci darah.

“Bahannya terbatas. Jadi tidak bisa produksi banyak. Karena pohonnya itu yang harus berumur 20 tahun keatas, baru berbuah. Buahnya juga tidak bisa ditanam karena untuk obat. Dulu orang-orang minum obat dari buah pohon ini (kayu ulin),” kata Dadang.

Ada juga alat penumbuk atau penghalus bumbu dari bahan kayu ulin, serta cobek, talenan, dan piring makan, serta alat makan berbahan kayu ulin.

“Harapannya UMKM kami di Kotawaringin Barat itu meningkat produksinya. Kami juga inginnya berkembang pesat,” harap Titik.

Foto : GPriority/Nindya Farhah Azzahrah