Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah postingan dari KPU pada 16 Agustus 2024 lalu, akun KPU banjir kecaman publik. Postingan tersebut menggambarkan suasana rapat kesiapan penyelenggaraan tahapan Pilkada 2024.
Publik kemudian menyoroti terkait suasana mewah pada rapat KPU tersebut. Lembaga ini dinilai menggunakan anggaran negara, demi fasilitas mewah.
Rapat KPU itu digelar secara mewah dengan kolam di tengah ruangan, dan dikelilingi sebanyak 19 kursi.
Selain itu, fasilitas mewah kantor KPU yang beralamat di Jl. Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, juga turut disorot publik.
Publik menilai, kemewahan ini adalah sebuah bentuk pemborosan yang dilakukan suatu lembaga pemerintahan.
Hal ini berlanjut, hingga sekitar 2 minggu lalu, KPU pun mendapat cecaran dari DPR soal pemborosan anggaran yang dihabiskan.
Perlu diketahui, pada pelaksanaan Pemilu 2024 kemarin, anggaran yang dialokasikan Pemerintah untuk KPU totalnya sebesar Rp71,3 triliun.
Ahmad Doli Kurnia, Ketua Komisi II DPR RI, mengaku menyesal telah memperjuangkan anggaran untuk KPU. Karena ternyata anggaran itu malah dimanfaatkan KPU untuk gaya hidup yang penuh kemewahan.
Fasilitas mewah Terbukti, KPU menyewa private jet dan apartemen. Padahal, KPU sudah diberikan fasilitas rumah dinas oleh pemerintah.
KPU lalu memberikan pembelaan jika penyewaan apartemen digunakan untuk memudahkan mobilitas para anggotanya. Terlebih, saat itu kantor KPU juga sedang direnovasi.
Sebagai informasi, dilansir dari LPSE KPU, renovasi lantai 1 dan 2 gedung KPU memang dilakukan. Renovasi ini dilakukan oleh PT. Natika Adillah Berkarya, dengan total nilai kontrak sebesar Rp12,3 miliar.
“Gedung KPU adalah kawasan cagar budaya, sehingga KPU tidak mengubah atau menghilangkan wujud atau fasad asli gedung bagian depannya,” ujar Cahyo Ariawan, Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat KPU RI, seperti dilansir dari Kumparan pada Jumat (27/9).
Cahyo mengatakan, renovasi tersebut dilakukan pada bagian dalam atau interior, karena sudah lama tidak dilakukan renovasi. Renovasi baru dilakukan mulai tahun 2022, 2023, dan 2024 sesuai anggaran yang tersedia.
Alih-alih untuk menunjukkan kemewahan, Cahyo berdalih jika ornamen berbahan kayu jati di sebagian dinding, termasuk lobi gedung bertujuan untuk memperindah dan bukan mewah. Bahan kayu jati tersebut juga dikatakan menggunakan bahan baku dari produsen lokal.
Foto : Instagram / @kpu_ri
