Kutai Timur Hadiri Rakornas Terkait RDTR Di Kawasan Bengalon dan Kaliorang

Jakarta,Gpriority-Menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Utara,Gubernur Kalimantan Timur serta Bupati,Walikota dan Se-Kalimantan Timur dan Utara termasuk Bupati Kutai Timur pada tanggal 12 Februari 2020 terkait permohonan persetujuan substansi Dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Ekonomi Bengalon dan Kaliorang, maka pada Rabu (26/2/2020) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mengundang para kepala daerah termasuk Bupati Kutai Timur untuk melakukan rapat koordinasi lintas sektor di Hotel Sultan,Gatot Subroto,Jakarta.

Acara sendiri dihadiri oleh Bupati Ismunandar. Ismunandar sendiri melakukan presentasi terkait RDTR di Kawasan Bengalon dan Kaliorang.

Ditemui seusai acara Kepala Dinas Kominfo Perstik Kutai Timur Ir Suprihanto Ces menjelaskan bahwa RDTR Kaliorang dan Bengalon harus dikonekkan pula dengan pemerintah pusat sehingga sesuai dengan RTRW Provinsi, RTRW Kutim dan RTRW Nasional.

” Mengenai kenapa dua kawasan tersebut dibahas, karena menjadi kawasan ekonomi khusus dan juga kawasan industri, sehingga ketika dibuatkan RDTRnya bisa ditempatkan rumah,PDAM dan lain sebagainya,” tutup Suprihanto.

Plt. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Husni Hasan menyambut baik adanya rakornas terkait RDTR. Karena masukan yang didapat bisa dijadikan bahan acuan untuk penyusunan RDTR yang mendukung kemajuan Kutai Timur, terutama yang berbatasan dengan Kawasan Industri Maloy. “Kegiatan pembangunan tidak dapat dilakukan jika tidak sesuai tata ruang. Karenanya kami mohon kepada seluruh camat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk aktif memberi masukan dalam penyusunan RDTR ini,” imbuhnya.

Tim Teknis Penyusunan RDTR Kawasan Ekonomi Bengalon dan Kaliorang, Kunti Handayani mengatakan, Kutai Timur memiliki potensi sumber daya alam yang sangat kaya. “Terdapat tiga lokasi Industri berkualitas ekspor namun belum terkoneksi satu sama lain. Terdapat juga Potensi wisata bahari Pantai Sekerat dan Jepu-jepu namun kurang daya saing. Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Sekerat yang terdapat di kawasan ekonomi tersebut juga memiliki limitasi pengembangan kawasan. Kondisi ini membutuhkan RDTR yang diharapkan dapat menciptakan kawasan liveable dan smart invest,” tutupnya.(Hs.Foto:Hs)

Related posts