Spanyol, GPriority.co.id – Penyerang Spanyol dan Barcelona, Lamine Yamal, mengecam para penggemar Spanyol setelah terdengar nyanyian “anti-Muslim” selama pertandingan persahabatan Spanyol melawan Mesir, Selasa (31/3) lalu.
Yamal yang merupakan runner-up Ballon d’Or pada bulan September, menyindir para penggemarnya sendiri sembari menyatakan bahwa dirinya juga seorang Muslim.
Dengan tegas, Yamal menyebut nyanyian tersebut tidak dapat ditoleransi dan Kepolisian Barcelona kini sedang menyelidiki masalah tersebut, yang menjadi perbincangan hangat usai pertandingan persahabatan berlangsung.
“Nyanyian itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan sesuatu yang bersifat pribadi terhadap saya, tetapi sebagai seorang Muslim, itu tetap merupakan kurangnya rasa hormat dan sesuatu yang tidak dapat ditoleransi,” tulis Lamal di postingan Instagramnya pada Rabu (1/4) kemarin.
Ia melanjutkan, “Kepada mereka yang menyanyikan hal-hal ini: menggunakan agama sebagai bentuk ejekan dengan nada rendah menunjukkan bahwa kalian bodoh dan rasis.”
Sementara itu, Kepolisian Spanyol pada hari Rabu kemarin mengatakan mereka sedang menyelidiki nyanyian “Islamofobia dan xenofobia” yang terdengar selama pertandingan sepak bola internasional Spanyol-Mesir di Barcelona, ​​yang menurut perdana menteri mencemarkan nama baik negara tersebut.
Lagu kebangsaan Mesir juga dicemooh menjelang pertandingan persahabatan pra-Piala Dunia yang berakhir 0-0 pada hari Selasa, sementara pihak berwenang di Stadion RCDE milik klub La Liga Espanyol berulang kali meminta para penggemar melalui sistem pengumuman publik untuk menahan diri dari membuat komentar yang menyinggung.
Hal ini merupakan insiden terbaru dalam serangkaian kejadian serupa yang menodai sepak bola Spanyol dalam beberapa tahun terakhir, dengan penyerang Real Madrid asal Brasil, Vinicius Junior, khususnya berulang kali menjadi korban pelecehan rasial.
“Kami sedang menyelidiki nyanyian Islamofobia dan xenofobia kemarin di Stadion RCDE selama pertandingan persahabatan Spanyol-Mesir,” tulis kepolisian regional Catalonia, Mossos d’Esquadra, di X.
Sebagian pendukung meneriakkan, “Siapa pun yang tidak melompat adalah Muslim.”
Perdana Menteri Pedro Sanchez mengutuk insiden yang tidak dapat diterima pada postingan X nya, dan menambahkan, “Kita tidak dapat membiarkan minoritas yang tidak beradab menodai realitas Spanyol, sebuah negara yang beragam dan toleran.”
Begitupun Menteri Kehakiman Felix Bolanos yang mengatakan di X bahwa “penghinaan dan nyanyian rasis mempermalukan kita sebagai masyarakat”.
“Kelompok sayap kanan ekstrem tidak akan membiarkan ruang sedikit pun bebas dari kebencian mereka dan mereka yang tetap diam hari ini akan ikut terlibat,” tekannya.
