BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami di Malut dan Sulut

BMKG akhiri peringatan dini tsunami Malut dan Sulut/Foto akun X BMKG

Halmahera, GPriority.co.id – Peringatan dini tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4) dini hari di wilayah Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) resmi berakhir.

Kabar tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui unggahan di akun X resminya.

“BMKG menyatakan bahwa peringatan dini tsunami akibat gempa M 7,6 di Maluku Utara telah resmi berakhir pada 2 April 2026 pukul 09.56 WIB,” tulis BMKG dalam keterangannya, Kamis (2/4).

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Masyarakat diimbau bahwa peringatan dini tidak terpancing informasi yang belum jelas informasi resmi dari BMKG,” tuturnya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Laut Maluku dan terasa kuat di wilayah Sulawesi Utara serta Maluku Utara pada Kamis (2/4) pagi. Gempa tersebut terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat gempa berada di tengah Laut Maluku.

BMKG juga sempat mendeteksi adanya gelombang tsunami di dua wilayah setelah gempa terjadi.

“Pemutakhiran tsunami akibat gempa bumi Magnitudo 7,6. Telah terdeteksi tsunami di Halmahera Barat pukul 07.08 WITA setinggi 0,3 meter, Bitung pukul 07.15 WITA setinggi 0,2 meter,” kata BMKG, Kamis (2/4).

Setelah kejadian tersebut, BMKG sempat menetapkan sejumlah wilayah dengan status siaga tsunami di Maluku Utara, yakni Ternate, Halmahera, dan Tidore.

Selain itu, beberapa wilayah lain juga berada pada status waspada, antara lain Kepulauan Sangihe, wilayah utara Minahasa Utara, serta bagian selatan Kabupaten Bolaang Mongondow.