Jakarta, GPriority.co.id – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ramly Hi Muhammad, mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah rumah sakit daerah dengan fasilitas bedah jantung di wilayah Jakarta Selatan, Barat, dan Timur.
Menurut Ramly, saat ini rumah sakit daerah yang memiliki fasilitas operasi jantung hanya ada dua, yakni RSUD Koja di Jakarta Utara dan RSUD Tarakan di Jakarta Pusat.
Usulan tersebut disampaikan Ramly dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/10).
“Saya mengusulkan, di Jakarta ini rumah sakit operasi jantung milik Pemda hanya dua, yaitu di Koja dan Tarakan. Kenapa di Selatan tidak ada? Kenapa di Barat tidak ada? Kenapa di Timur tidak ada? Padahal tiga wilayah ini sangat padat penduduk,” ujar Ramly kepada GPriority, Jumat (31/10).
Ia menilai, fasilitas kesehatan untuk penyakit jantung harus merata di seluruh wilayah Jakarta, karena penyakit ini dapat menyerang siapa saja. Ramly juga menyoroti bahwa masyarakat kecil sangat bergantung pada rumah sakit daerah.
“Apa memang penduduk-penduduk di Jakarta Timur, Barat dan Selatan tidak punya penyakit jantung? Jadi saya minta ditambah. Harus dihadirkan rumah sakit dengan tenaga medis, alat kesehatan, dan peralatan bedah jantung yang lengkap,” tuturnya.
Ramly juga mengingatkan bahwa pejabat atau kalangan mampu mungkin dapat berobat ke rumah sakit swasta, sementara masyarakat kecil hanya bergantung pada rumah sakit daerah.
“Sementara warga kita kalau sakit datangnya ke rumah sakit daerah. Kalau fasilitas bedah jantung tidak ada, mereka harus ke RS Harapan Kita. Di sana antreannya bisa mencapai nomor 300 lebih karena pasiennya dari seluruh Indonesia. Saat menunggu, bisa saja mereka tak sempat tertolong,” jelasnya.
Ramly menegaskan pentingnya pemerataan fasilitas kesehatan, terutama untuk penyakit jantung, di seluruh wilayah Ibu Kota.
“Lima wilayah kota ini harus memiliki rumah sakit daerah dengan fasilitas bedah jantung dan seluruh peralatannya,” pungkas Ramly.
