Libur Sekolah MBG Tetap Berjalan, Siswa Bisa Ambil di Sekolah

Presiden Prabowo saat meninjau program MBG di salah satu sekolah/Foto : Dok. Sekretariat Negara Presiden Prabowo saat meninjau program MBG di salah satu sekolah/Foto : Dok. Sekretariat Negara

Jakarta, GPriority.co.id – Meski libur sekolah, program MBG (Makan Bergizi Gratis) dipastikan tetap berjalan. Dilansir dari laporan ANTARA, siswa bisa mengambil paket MBG mereka di sekolah masing-masing.

Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana memastikan, program MBG tak akan berhenti kendati kegiatan belajar mengajar sedang libur. Sehingga, siswa penerima MBG dapat tetap merasakan manfaatnya.

Selain diambil ke sekolah, BGN juga memberikan opsi layanan antar MBG ke rumah siswa apabila tidak memungkinkan untuk mengambilnya langsung.

“Untuk sisa hari, jika siswa bersedia datang ke sekolah dibagikan ke sekolah. Jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,” jelas Dadan.

Sebagaimana dilansir dari laman resminya, kebijakan tetap membagikan MBG saat libur berdasarkan prinsip “Gizi Tanpa Jeda”. Pasalnya, pemerintah menjalankan program MBG bukan sekadar mengenyangkan perut penerima manfaat, namun juga mencegah stunting dan gizi buruk, membangun kebiasaan makan sehat, hingga meringankan beban belanja dapur keluarga.

“Prinsipnya, program ini bertujuan untuk perbaikan gizi, sehingga meskipun hari libur kami usahakan anak-anak tetap dapat asupan gizi,” ungkap Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, dikutip dari ANTARA.

Di samping itu, BGN juga mempersiapkan skema distribusi penyaluran Makan Bergizi Gratis yang tidak dilakukan setiap hari saat libur sekolah. Berdasarkan pedoman resminya, siswa penerima manfaat akan mendapat paket kombinasi yang meliputi satu makanan siap santap serta dua paket makanan tahan lama, mulai dari buah, roti UMKM, susu, dan juga telur.

Untuk memastikan kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi selama libur sekolah, distribusi akan dilakukan maksimal dua kali dalam seminggu.

“Mekanismenya bisa diberikan setiap dua atau tiga hari ke sekolah, dan murid-murid yang mau akan didaftarkan,” kata Nanik lebih lanjut.

Adapun seluruh mekanisme tersebut bersifat fleksibel serta disesuaikan dengan kesiapan juga persetujuan masing-masing sekolah. Pihak BGN menekankan, mereka mendistribusikan paket Makan Bergizi Gratis tanpa adanya paksaan.

“Kalau muridnya mau mengambil di sekolah akan diberikan. Tetapi jika tidak mau ya tidak dipaksa,” pungkas Nanik.