Jakarta, GPriority.co.id – Becana tanah longsor terjadi wilayah Banjarnegara, tepatnya di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, pada Minggu (16/11). Musibah tersebut menelan dua korban jiwa yang ditemukan tertimbun material longsoran.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menyebutkan bahwa korban pertama atas nama Klewih (40) ditemukan pada Minggu sore. Sementara korban kedua, Esiah (24), ditemukan pada Senin pagi di bawah timbunan tanah dan batu. “Kedua korban merupakan ibu dan anak,” katanya.
Aji menambahkan, hingga Senin pagi masih terdapat 25 warga yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan sejak Minggu malam melakukan pencarian, namun prosesnya menghadapi tantangan besar.
“Proses evakuasi dan pencarian tidak mudah karena tanah di lokasi bencana masih terus bergerak. Selain itu, medan yang jauh dan akses yang sulit membuat petugas harus berhati-hati agar tidak terjadi longsor susulan,” ujar Aji.
Di sisi lain, sekitar 34 warga dikabarkan masih terperangkap di area hutan saat sedang beraktivitas, seperti mencari kayu maupun berkebun. Tim penyelamat berupaya menuju lokasi tempat mereka terjebak, meski kondisi lapangan cukup berat.
Jumlah pengungsi terus meningkat dan kini tercatat mencapai 823 jiwa. Para pengungsi tersebar di beberapa titik penampungan darurat. Untuk memenuhi kebutuhan dasar korban, BPBD Banjarnegara bersama Dinas Sosial, PMI, relawan, dan berbagai unsur lainnya telah mengoperasikan dapur umum.
Tak hanya itu, bantuan berupa makanan siap santap, logistik, selimut, dan layanan kesehatan juga disalurkan. Tenaga medis disiagakan untuk menangani warga yang mengalami luka ringan, kelelahan, maupun trauma.
“Situasi di lapangan masih dinamis. Tetapi seluruh tim bekerja tanpa henti agar pencarian korban hilang dan evakuasi warga dapat segera diselesaikan,” ucap Aji.
Petugas terus memantau pergerakan tanah untuk memastikan keamanan wilayah dan tim di lapangan. Masyarakat juga diimbau menjauhi area longsor mengingat potensi pergerakan tanah masih sangat tinggi.
