Kalimantan Barat, GPriority.co.id – Usai memakan MBG (Makan Bergizi Gratis) dengan menu ikan hiu, 16 murid serta seorang guru dari SDN 12 Kecamatan Benua Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat, dilaporkan keracunan massal.
Menurut laporan yang dikutip dari ANTARA pada Jumat (25/9), mereka diketahui memakan ikan hiu filet dengan saus tomat, oseng kol, serta wortel. Tak butuh waktu lama setelah mengonsumsinya, para siswa mengalami keluhan mual hingga akhirnya dirujuk ke puskesmas serta IGD RSUD dr. Agoesdjam.
Mengklarifikasi hal tersebut, Agus Kurniawi selaku Kepala Regional MBG Kalbar mengatakan jika pihaknya telah menonaktifkan dapur Mitra Mandiri 2 dan merumahkan kepala SPPG usai insiden tersebut, karena dianggap lalai dalam menyajikan menu MBG.
Orang tua siswa pun mengaku banyak yang cemas hingga membekali anaknya dari rumah. Beberapa sekolah juga melaporkan jika menu MBG tak dimakan sama sekali karena murid dan orang tuanya merasa trauma.
Melihat kejadian ini, Kepala Dinas Kesehatan Ketapang dr.Feria Kowira,M.M mengatakan jika biaya pengobatan seluruh korban akan ditanggung pemerintah. Sampel menu MBG yang bermasalah pun sudah dikirim ke laboratorium untuk di uji apakah mengadung racun.
Kini, Wakil Bupati Ketapang meminta adanya evaluasi secara menyeluruh dari pihak BGN (Badan Gizi Nasional), supaya kasus serupa tak lagi kembali terulang di kemudian hari.
Sebagai informasi, menurut Shark Spotters, daging ikan hiu mengandung merkuri serta formalin. Sehingga mengelolanya pun harus berhati-hati dan tidak boleh sembarang orang.
Daging ikan hiu juga mengandung toksin atau racun berbahaya, walaupun hampir semua ikan serta makanan laut mengandung merkuri, namun kandungannya pada ikan hiu lebih tinggi.
Selain itu, daging ikan hiu juga mengandung neurotoksin asam amino b-methylamino-L-alanine (BMAA) yang berpotensi membunuh sel sarf hingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit neurodegeneratif seperti alzheimer, parkinson, serta sklerosis lateral amilotrofik.
