Mana Metode Kompos Rumahan yang Anda Banget

Siapa yang sudah bikin kompos sendiri di rumah? Hmm, kalau dilihat pada saat ini masih banyak yang melaksanakan Work From Home (WFH), Gpriority yakin hampir sebagian besar Anda semua sudah membuatnya.

Karena selain dipergunakan untuk mengisi waktu luang, pembuatan kompos di rumah juga mampu mengurangi jumlah sampah organik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Berbicara mengenai kompos rumahan,Anda masuk ke dalam metode mana sih? Biar lebih jelasnya lagi simak penjelasan yang diambil dari medsos  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin (27/9/2021).

1.Komposter Karung

Komposter ini cocok untuk yang memiliki banyak sampah organik. Ukurannya berkisar 60 hingga 200 liter sehingga banyak sampah organik yang bisa dimasukkan. Lantas sampah organik mana yang cocok untuk komposter karung? KLHK menjawab sampah dari hasil kebun seperti daun, ranting dan sebagainya.

2.Komposter Drum

Komposter jenis ini paling populer di kalangan masyarakat, dikarenakan  cocok digunakan di lahan  terbatas maupun dalam ruangan. Komposter ini menggunakan drum plastik yang dilubangi untuk mendapatkan sirkulasi udara.

3.Komposter Pot atau Gerabah

Jenis komposter ini juga menjadi salah satu yang diminati masyarakat, dikarenakan gerabah memiliki sifat yang menghasilkan oksigen, sehingga memberikan sirkulasi udara yang lebih baik dibanding menggunakan plastik. Dengan menggunakan metode ini kompos yang dibuat menjadi lebih cepat panen.

4.Lodong Sesa Dapur

Metode ini lebih mirip dengan biopori. Karena dibuat dengan pipa berlubang setinggi 120  cm dan ditanam di kedalaman hingga 30 hingga 40 cm. Loseda sendiri sangat populer di kalangan petani Jawa Barat.

5.Keranjang Takura

Ditemukan pertama kali oleh peneliti pertanian asal Jepang Toji Takakura. Toji yang tengah berada di Surabaya mencoba menggunakan metode komposter dengan menggunakan keranjang bekas cucian bekas yang berlubang yang dilapisi kardus bekas. Hasilnya kompos menjadi cepat panen, sehingga metode yang diberi nama keranjang takura olehnya disukai banyak orang.

6.Biopori

Biopori merupakan metode kompos yang letaknya  di dalam tanah. Biopori dibuat dengan menggunakan pipa paralon dengan diameter 10 cm yang dilubangi kecil-kecil sebagai pori-pori kemudian dimasukkan secara vertikal ke dalam tanah sedalam 100 cm.

7.Eco-Enzyme

Hasil dari fermentasi limbah dapur organik, seperti ampas buah dan sayuran, gula (merah, coklat dan pasir) dan air menghasilkan metode kompos eco-enzyme. Eco-Enzyme merupakan cairan berwarna kecoklatan dengan aroma asam segar yang bisa digunakan sebagai pembersih rumah, pupuk, inteksida dan lain sebagainya.(Hs.Foto.Humas KLHK)

 

Related posts