Marak Begal dan Penjambretan di DKI, Kapolda Metro Jaya Perintahkan Tindakan Tegas

Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan ini warga Jakarta diresahkan dengan maraknya aksi kriminal jalanan, mulai dari penjambretan hingga pembegalan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri mengatakan pihaknya terus melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan kriminalitas guna mengurangi jumlah korban.

“Untuk situasi saat ini mungkin ada maraknya kejahatan jalanan, baik itu curas ataupun begal. Dalam hal ini kami terus petakan titik-titik rawan, yang mana disana kita bisa mengoptimalkan kegiatan patroli ataupun merupakan pospantau, guna mengantisipasi hal tersebut,” kata Asep Edi di Balai Kota usai acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov DKI Jakarta dengan Polda Metro Jaya terkait optimalisasi pemanfaatan CCTV, Senin (18/5).

Dia memastikan pihaknya akan memaksimalkan pemanfaatan CCTV yang telah terintegrasi dengan berbagai pihak untuk membantu mengungkap aksi kejahatan di Ibu Kota.

Lebih lanjut, Asep Edi menjelaskan mengenai Tim Pemburu Begal yang telah dibentuk Polda Metro Jaya. Menurutnya, satgas tersebut berhasil mengungkap enam kasus begal yang terjadi di wilayah DKI Jakarta.

“Dan perlu kami sampaikan bahwa kemarin kita sudah mengungkap 6 kasus, yang terjadi di wilayah hukum DKI Jakarta. Dan saya harap masyarakat tidak segan-segan melaporkan, untuk kita segera tindaklanjuti,” tegasnya.

Asep Edi juga menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan seluruh jajaran Polda Metro Jaya untuk menindak tegas para pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan masyarakat.

“Dan saya sudah perintahkan, kepada jajaran kepolisian Polda Metro Jaya untuk menindak tegas para pelaku kejahatan, yang membahaya lan jiwa masyarakat, bahkan membahayakan nyawa pihak kepolisian. Jangan ragu-ragu untuk melakukan tindakan tegaa dan terukur,” pungkas Asep Edi.