Samarinda, GPriority.co.id – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Mahulu, Markus Wan mengungkapkan sejumlah wilayah di Mahulu masih terjadi blank spot atau lemahnya sinyal komunikasi.
Meski beberapa daerah sudah terpasang fiber optik, Markus menilai masih terdapat kampung yang belum merasakan kehadiran jaringan telekomunikasi yang memadai.
“Saat ini fiber optik sudah tersambung di tiga kecamatan, yakni Long Hubung, Laham, dan Long Bagun. Namun, Long Pahangai dan Long Apari belum tersambung,” ujar Markus Wan ditemui usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mahulu di Samarinda, Selasa (23/9).
Markus mengatakan jika berkunjung ke Mahulu lewat Samarinda, wilayah di sebelah kiri sungai jaringannya sudah cukup bagus. Namun, di sebelah kanan, dominan kampung masih mengandalkan koneksi satelit dan jaringan visat yang kualitasnya sangat rendah.
Jika dipresentasekan, sekitar 85 persen wilayah Mahulu sudah terjangkau jaringan telekomunikasi. Sedangkan sisanya masih blankspot.
Melihat kondisi ini, Markus berharap adanya dukungan dari pemerintah terkait keterbatasan internet didaerahnya. Terlebih, Mahulu merupakan daerah penyangga Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Mahulu perlu mendapat perhatian khusus, baik dari Kementerian Komidigi, Telkomsel, maupun penyedia layanan provider lainnya,” ujar Markus.
Saat ini, Pemkab Mahulu bekerja sama dengan Telkom menghadirkan internet di kantor desa, puskesmas, sekolah, dan kantor petinggi.
Selain itu, beberapa desa memanfaatkan layanan Starlink untuk wilayah yang berada di wilayah blank spot.
“Harapan kami, akses internet ini benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat. Apalagi kondisi geografis Mahulu yang sulit dijangkau membuat masyarakat sangat membutuhkan layanan internet yang stabil dan terjangkau,” ucapnya.
