Menag: Tidak Ada Toleransi untuk Tindakan Kekerasan Seksual

Menag Nasaruddin Umar diisukan mundur dari jabatannya/Foto : Dok. Kemenag Menag Nasaruddin Umar diisukan mundur dari jabatannya/Foto : Dok. Kemenag

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa dirinya tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan dan pelecehan, baik fisik, verbal, maupun seksual.

Hal itu disampaikan Nasaruddin menanggapi maraknya hoaks terkait kasus kekerasan seksual yang dijadikan konten disinformasi di media sosial dan sengaja diframing untuk menyerang dirinya sebagai Menteri Agama.

“Sikap saya terkait tindak kakerasan seksual itu jelas dan tegas. Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan,” tegas Nasaruddin di Jakarta, Rabu (6/5).

Nasaruddin mengatakan, pernyataan ini disampaikan bukan sebagai menteri melainkan senagai seorang manusia.

“Saya tidak hanya sebagai Menteri Agama, tapi sebagai seorang manusia juga menyatakan semua yang bertentangan dengan moralitas itu harus menjadi musuh bersama,” sambungnya.

Ia kemudian mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam memilah informasi, terutama informasi hoaks yang berpotensi memecah belah.

“Mari menjadi pemutus rantai hoaks dengan saring sebelum sharing. Cerdas bermedia sosial adalah cara kita menjaga kedamaian untuk sesama,” tutur Nasaruddin.

Lebih lanjut, Nasaruddin menjelaskan bahwa Kementerian Agama telah memperkuat regulasi dan mekanisme pembinaan di satuan pendidikan keagamaan guna mengawasi berbagai aktivitas di pondok pesantren serta mencegah terjadinya penyimpangan.

“Ini akan menjadi concern kami, terutama masalah terkait pondok pesantren ya. Kami sudah membentuk satuan pembinaan Pondok Pesantren, yang mana pimpinan pondok pesantren berkolaborasi untuk mengawasi dan mencegah penyimpangan apapun yang terjadi di pondok pesantren,” pungkasnya.