Mendag Angkat Suara Soal Gerai Ritel di Indonesia yang Berguguran

Mendag Angkat Suara Soal Gerai Ritel di Indonesia yang Berguguran Mendag Angkat Suara Soal Gerai Ritel di Indonesia yang Berguguran

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Perdagangan Budi Santoso, angkat suara terkait isu gerai ritel di Indonesia yang berguguran saat ini.

Budi Santoso mengatakan hal ini terjadi karena adanya perubahan pola belanja dan efek dari teknologi yang kini kian berkembang. Masyarakat kini dinilai lebih memilih berbelanja harian di toko terdekat atau secara online.

Sementara itu, ia juga menyebut alasan lain seperti adanya persaingan dengan e-commerce yang semakin mendominasi, serta membuat ritel konvensional sulit bersaing. Biaya operasional tinggi juga menjadi penyebab lainnya.

Sebagai informasi, kini beberapa ritel besar di Indonesia telah mengalami penutupan dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya Matahari yang melakukan efisiensi 13 toko gerai mereka, karena memiliki kinerja rendah dan dilaporkan sedang memantau 20 gerai lainnya.

Begitupun dengan Giant yang resmi menutup seluruh gerai di Indonesia pada Juli 2021 lalu. Senada, GS Supermarket asal Korea Selatan juga akan menutup seluruh gerainya di Indonesia pada akhir Mei 2025.

Selanjutnya, Lulu Supermarket yang telah menutup seluruh operasinya di Indonesia, termasuk gerai pertamanya yang diresmikan pada 2016 lalu. Terbaru, minimarket Alfamart juga menutup sekitar 400 gerai sepanjang 2024. Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk strategi untuk meningkatkan profit dan fokus pada gerai baru yang dinilai lebih potensial.

Mendag Budi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Masih Melambat

Budi memprediksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II masih akan melambat. Oleh karena itu, demi memperlancar daya beli masyarakat, ia mengimbau agar pemerintah dapat memberikan beberapa stimulus salah satunya dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai maupun berupa voucher belanja.

Editor: Novita Intan

Foto : Instagram/budisantosoofficial