Mendag Laporkan Kinerja Positif Perdagangan Indonesia

Suasana konferensi pers kinerja ekspor Kementrian Perdagangan semester 1, konferensi pers dipimpin langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso di Gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, Senin (4/8). Foto: Rizki Juned Suasana konferensi pers kinerja ekspor Kementrian Perdagangan semester 1, konferensi pers dipimpin langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso di Gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, Senin (4/8). Foto: Rizki Juned

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memimpin konferensi pers kinerja ekspor semester 1 tahun 2025. Pada konferensi pers tersebut, Budi menjelaskan dua hal penting.

Yakni penyampaian kinerja perdagangan ekspor semester pertama pada tahun 2025, dan yang kedua adalah strategi yang akan diterapkan oleh Kementerian Perdagangan dalam mempertahankan dan meningkatkan kinerja ekspor dan neraca perdagangan.

Budi juga menuturkan bahwa perdagangan global masih menghadapi berbagai tantangan sehingga diperlukan kebijakan strategis untuk mempertahankan stabilitas dan memanfaatkan peluang untuk pertumbuhan.

“Beberapa Lembaga dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 akan tumbuh pada kisaran 2,7% sampai 3,3%, sedikit lebih baik dari tahun 2024. Sementara proyeksi volume perdagangan dunia diprediksi meningkat 3,3%,” kata Budi di Jakarta, Senin (4/8).

Budi lanjut menjelaskan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut perlu diciptakannya pondasi ekosistem ekonomi yang kuat.

“Mulai dari meningkatkan kualitas hidup masyarakat, oleh karena itu presiden telah mencanangkan berbagai program prioritas presiden, mulai dari makna bergizi gratis, pembangunan dan renovasi rumah, cek kesehatan gratis, sekolah rakyat. Hingga koperasi desa merah putih, program prioritas tersebut akan menciptakan ekosistem ekonomi yang pada akhirnya dapat menopang kinerja ekspor Indonesia,” Tuturnya.

Untuk tahun 2025, Kementerian Perdagangan menargetkan peningkatan ekspor sebesar 7,1 persen dengan melaksanakan beberapa program untuk mendukung tercapainya target tersebut.

Budi lanjut menuturkan kinerja ekspor nasional pada 2025 telah menunjukkan pertumbuhan positif yang menjadi sinyal kuat pencapain terkait ekspor tahunan nasional sebesar 7,10% dan dalam semester 1 ini 7,70%.

Budi lanjut menjelaskan, yang mengalami pertumbuhan ekspor tertinggi yaitu kakao dan olahan, yang naik 100,8%, disusul oleh kopi dan rempah-rempah naik 86,5%, timah dan barang padanya 80,8 persen, aluminium dan barang padanya 74,3%, yang terakhir produk produk kimia 54,12%.

Selain memaparkan hasil kinerja, Budi juga memaparkan 3 strategi untuk meningkatkan dan mempertahankan ekspor. Yang yakni, pengembangan produk ekspor, pengembangan pelaku usaha ekspor, dan yang terakhir pengembangan pasar ekspor.

Pewarta: Rizki Juned