Jatinangor, Gpriority.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) harus menjadi birokrat yang berintegritas, disiplin, dan memiliki keberanian moral dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Djamari menyampaikan hal tersebut saat memberikan pembekalan kepada para praja IPDN di Jatinangor, Jawa Barat, Jumat (29/5).
Dalam arahannya, Menko Polkam mengingatkan pentingnya keberanian birokrasi dalam menyampaikan kebenaran kepada pimpinan daerah maupun pejabat politik demi menjaga tata kelola pemerintahan yang baik. “Pejabat politik bisa berganti, tetapi birokrasi harus tetap bekerja untuk kepentingan rakyat. Karena itu, keberanian menyampaikan hal yang benar menjadi sangat penting,” ujar Djamari.
Djamari juga menyampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada semua praja IPDN sekaligus menitipkan pesan agar para praja belajar dengan baik karena peran dan kehadiran mereka ditunggu oleh bangsa ini. Ia menekankan bahwa tantangan global dan nasional yang dihadapi Indonesia saat ini semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik dunia, ancaman keamanan kawasan Indo-Pasifik, hingga persoalan ketimpangan ekonomi dan kebocoran kekayaan negara.
Menko Polkam menyoroti masih terjadinya kebocoran kekayaan negara akibat praktik-praktik yang merugikan bangsa, termasuk manipulasi perdagangan dan tindak korupsi. Ia menegaskan bahwa korupsi dalam bentuk apa pun merupakan pengkhianatan terhadap negara dan tidak boleh ditoleransi. “Sekecil apa pun korupsi tetap merupakan pengkhianatan terhadap bangsa. Itu tidak boleh dibiarkan,” katanya tegas.
Kepada para praja IPDN, Menko Polkam menekankan bahwa mereka merupakan ujung tombak pemerintahan yang nantinya akan langsung bersentuhan dengan masyarakat di daerah. Karena itu, praja dituntut memiliki sensitivitas sosial, kemampuan memahami kebutuhan rakyat, serta semangat pengabdian sepanjang hayat. “Kalian hadir untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani. Jangan pernah menyakiti hati rakyat,” cetusnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam kesempatan yang sama turut menyampaikan pandangan Presiden RI mengenai tiga unsur utama yang menentukan ketahanan sebuah negara dalam jangka panjang, yaitu tentara yang kuat, aparat keamanan dan intelijen yang kuat, serta aparatur sipil pemerintahan yang profesional. Tito menegaskan bahwa lulusan IPDN menjadi salah satu inti kekuatan ASN Indonesia dari total 4,7 juta ASN yang sebagian besar bertugas di daerah.
Dalam acara tersebut, Menko Polkam Djamari Chaniago menerima Anugerah Kartika Astha Brata Utama sebagai penghargaan atas jasanya dalam bidang kepamongprajaan, serta disematkan pin sebagai Alumni Kehormatan Pendidikan Tertinggi Kepamongprajaan. Acara dihadiri Rektor IPDN Halilul Kahiri, jajaran rektorat, serta pejabat Kemenko Polkam dan Kemendagri.
Foto : Kemenko Polkam
