Menkop UKM Apresiasi Komitmen ASEAN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : Kemenkop UKM

Bali, GPriority.co.id – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengapresiasi dan mengajak seluruh negara-negara di ASEAN untuk bersama mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi ASEAN yang inklusif. Ajakan tersebut disampaikannya dalam acara Side Event of The 6Th ASEAN Inclusive Business Summit yang bertema ‘Collaboration For A More Inclusive ASEAN’ di Nusa Dua, Bali, Selasa (22/8).

“Kehadiran bersama di side event, menandakan komitmen komunitas ASEAN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan membangun masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan untuk semua pihak,” ucapnya, saat memberikan closing remarks.

Menurut Teten, salah satu tantangan dalam mempromosikan model Bisnis Inklusif (IB) utama di ASEAN adalah kurangnya kesadaran mengenai IB secara luas. Karena itu melalui acara tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, memfasilitasi kemitraan strategis, dan menggerakkan sumber daya untuk mengatasi semua masalah.

Selanjutnya ia mengatakan, semua pihak harus berperan penting dalam memainkan, mempromosikan tanggung jawab sosial, lingkungan, kesetaraan gender, dan pemberdayaan masyarakat. Contohnya, dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, memperkuat keterlibatan Organisasi Masyarakat Sipil dan Organisasi Hak Perempuan untuk mempengaruhi komitmen dan kebijakan.

Lebih jauh MenkopUKM mengatakan, kehadiran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) menjadi tulang punggung ekonomi negara. KUKM mewakili semangat wirausaha, mendorong inovasi, terciptanya lapangan kerja, dan diversifikasi ekonomi. Oleh sebab itu, penting bagi semua pihak untuk memberdayakan entitas usaha tersebut.

Di akhir penjelasannya, MenKopUKM juga kembali mengajak berbagai pihak untuk berkomitmen terhadap nilai-nilai inklusivitas dan tanggung jawab. “Mari kita berjuang untuk menciptakan lanskap bisnis di mana setiap entitas-usaha, besar atau kecil, berperan dalam menciptakan ASEAN yang lebih adil, berkelanjutan, dan makmur bagi semua,” tandasnya.

Rekomendasi Komunitas ASEAN

Dalam acara tersebut, Organisasi Masyarakat Sipil dan Organisasi Hak Perempuan (WROs) menyampaikan 8 rekomendasi. Beberapa pointnya seperti, mengajak kepada para Pemimpin ASEAN untuk bekerjasama dengan berbagai komunitas yang ada. Mulai dari petani hingga perempuan pemilik usaha dalam menjalankan dan mengembangkan model bisnis yang disesuaikan dengan konteks di setiap wilayah.

Pemimpin ASEAN diharapkan juga dapat melaksanakan inisiatif uji coba di berbagai negara untuk mendorong model bisnis inklusif dan bertanggung jawab yang disesuaikan dengan konteks negara-negara ASEAN.

Selain rekomendasi yang disampaikan WROs, juga dihasilkan sejumlah rekomendasi lain dari 59 Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dari berbagai negara ASEAN. Hasil dari rekomendasi tersebut dituangkan dalam sebuah Komunike dan diserahkan langsung pada Menkop UKM.

Adapun Event ini diinisiasi oleh International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), Perkumpulan Prakarsa, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Asosiasi Pendamping Usaha Kecil Perempuan (ASPPUK), dan Oxfam di Indonesia. Dihadiri 93 peserta dari Indonesia, Kamboja, Singapura, Laos, Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Timor Leste.