Mensos Juliari Batubara : Bansos Tetap Dilanjutkan Hingga Desember 2020

Pada 15 Juli 2020, bantuan sosial (bansos) berupa sembako bagi warga yang terdampak Covid-19 akan berakhir. Namun dikarenakan Covid-19 hingga saat ini masih melanda seluruh wilayah Indonesia, pemerintah pusat seperti dikatakan Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam siaran persnya pada Selasa (23/6/2020) akan memperpanjang hingga Desember 2020, dengan nominal angkanya berkurang Rp.300.000.

“Jika saat April hingga Juni para kepala keluarga menerima Rp.600.000,kini hanya Rp.300.000 saja,” ujar Juliari.

Selain bansos sembako, pengurangan Rp.300.000 juga terjadi pada Bantuan Sosial Tunai (BST). Sehingga masyarakat yang awalnya menerima Rp.600.000, mulai Juli 2020 hanya menerima Rp.300.000.

Pengurangan bantuan ini menurut Ari dikarenakan pemerintah pusat pada bulan Juli akan meningkatkan stimulus ekonomi sehingga perekonomian nasional bisa kembali membaik dan produktif.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin mengamini pernyataan Mensos Juliari. “ Saya yakin perekonomian akan kembali membaik. Karena setelah new normal diterapkan, masyarakat sudah banyak yang beraktivitas kembali,” tutur Pepen.

Pepen juga mengatakan bahwa pembagian sembako tahap 5 sudah rampung. Dan pada saat ini Kemensos tengah mempersiapkan pembagian sembako tahap 6 kepada warga Indonesia yang terdampak Covid-19. Pepen berharap pembagian sembako tahap 6 bisa berjalan dengan lancar seperti sebelumnya.

Kemensos seperti dituturkan Pepen juga terus menghimbau kepada pemda, agar tetap mengupdate data penerima bansos. Sehingga adil dan merata sesuai keinginan Presiden Jokowi.

Perpanjangan bansos dari pemerintah pusat mendapat respon yang cukup positif dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri,Brigjen (Pol) Awi Setiono. Namun Awi berpesan ketika pemerintah membagikan bansos harus disertakan aparat penegak hukum seperti TNI dan Polri. Tujuannya agar tidak terjadi penyelewengan seperti yang terjadi di Sumatera Utara beberapa waktu yang lalu. “ Saya mendapat laporan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara , bahwa mereka telah menangkap 16 pelaku penyelewengan dana bansos bagi warga terdampak Covid-19,” tutur Awi.

Kejadian ini menurut Awi bisa dihindari, jika saja dari awal pemerintah mau menggunakan aparat penegak hukum saat pembagian bansos. Awi berharap pemerintah mau meresponnya, sehingga penyelewengan bansos tidak terjadi lagi.(Haris)

Related posts