Menteri ATR Soal #KaburAjaDulu: Kalau Ada Masalah Selesaikan Bersama

Menteri ATR Soal #KaburAjaDulu: Kalau Ada Masalah Selesaikan Bersama Menteri ATR Soal #KaburAjaDulu: Kalau Ada Masalah Selesaikan Bersama

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri ATR (Agraria dan Tata Ruang), Nusron Wahid, ikut menanggapi tren #KaburAjaDulu yang memicu polemik masyarakat Indonesia. Nusron menilai jika tren #KaburAjaDulu di kalangan netizen, merupakan cerminan rendahnya rasa cinta tanah air dan kebanggaan nasional, seperti dilansir dari ANTARA pada Rabu (19/2).

Ia menegaskan, mengungsi bukanlah solusi ketika ada tantangan yang harus dihadapi secara kolektif. Menurut Nusron, tren #KaburAjaDulu menunjukkan sikap menghindar dari warga negara yang tidak mau bekerja sama untuk menyelesaikan masalah.

“Kalau ada tagar #KaburAjaDulu itu kan dia ini warga negara Indonesia apa tidak? kalau kita ini patriotik sejati, kalau memang ada masalah kita selesaikan bersama,” ujar Nusron.

Ia juga menyatakan bahwa pemerintah terbuka untuk menerima masukan dan kritik dari masyarakat serta siap berdiskusi mengenai isu-isu tertentu. Pernyataan Nusron tersebut menanggapi maraknya tren daring yang mendorong warga negara Indonesia (WNI) untuk mempertimbangkan pindah ke luar negeri akibat ketidakstabilan politik dan ekonomi di dalam negeri.

Soroti Isu Besar di Indonesia, Mahasiswa Tuntut Pemerintah

Sebelumnya pada Senin (17/2), Koalisi masyarakat sipil dan Aliansi BEM SI melakukan protes. Mereka memberikan 13 tuntutan kepada pemerintah yang menyoroti isu besar di tanah air. Demo mereka disertakan dengan tagar #IndonesiaGelap.

Adapun, mereka melakukan 13 tuntutan, yang diantaranya :

– Pembatalan pemangkasan anggaran pendidikan,

– Pencabutan PSN yang merugikan rakyat,

– Penolakan terhadap revisi UU Minerba,

– Penghapusan peran militer dalam sektor sipil,

– Pengesahan RUU Masyarakat Adat,

– Pencabutan Inpres No. 1 Tahun 2025,

– Evaluasi menyeluruh terhadap program MBG,

– Realisasi tukin dosen,

– Desakan atas Perpu Perampasan Aset,

– Tolakan atas revisi UU TNI, Polri, dan Kejaksaan,

– Efisiensi pejabat Kabinet Merah Putih,

– Tolakan atas revisi Peraturan Tata Tertib DPR,

– Serta reformasi Polri.

Pada intinya, aksi unjuk rasa tersebut ditujukan untuk pemerintah yang dinilai semakin jauh dari prinsip keadilan sosial, demokrasi, hingga terkait kesejahteraan rakyat. Demo tersebut dilakukan juga saat kritikan lewat tren #KaburAjaDulu kian berkembang di media sosial.

Foto : ANTARA