Prabowo: Sebagian Dana Hasil Efisiensi Anggaran Jadi Modal Investasi Danantara

Prabowo: Sebagian Dana Hasil Efisiensi Anggaran Jadi Modal Investasi Danantara Prabowo: Sebagian Dana Hasil Efisiensi Anggaran Jadi Modal Investasi Danantara

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo menyatakan jika sebagian dana hasil efisiensi anggaran akan menjadi modal investasi Danantara. Nantinya dana tersebut akan dibagi dua, dan digunakan juga program makan bergizi gratis (MBG).

Lebih lanjut Presiden Prabowo merinci, dari hasil penghematan pertama yang dilakukan Kementerian Keuangan, terdapat dana Rp 300 triliun, sementara pada putaran kedua Rp 308 triliun.

“Dividen dari BUMN Rp 300 triliun, Rp 100 triliun dikembalikan. Jadi totalnya kita punya Rp 750 triliun,” kata Prabowo.

Jika dirinci lebih lanjut seperti dilansir dari beberapa sumber, sebanyak USD 24 miliar, akan digunakan untuk program makan bergizi gratis. Sementara sisanya sekitar USD 20 miliar, atau setara dengan Rp 325 triliun, akan diinvestasikan oleh Danantara.

Sebagai informasi, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara merupakan sebuah superholding BUMN yang dibentuk dengan bertujuan untuk melakukan investasi strategis di negara.

7 BUMN Siap Gabung Danantara

Berdasarkan sebuah laporan, terdapat 7 BUMN yang siap menjadi bagian dari Danantara. Namun kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah. 7 BUMN tersebut diantaranya :

– BRI

– BNI

– Mandiri

– Telkom Indonesia

– MIND ID

– PLN

– serta Pertamina.

Nantinya setoran dividen dari BUMN tersebut yang selama ini masuk ke dalam kas negara, akan disetorkan ke Danantara. Barulah nantinya diinvestasikan ke berbagai sektor.

Adapun Danantara dibentuk sebagai upaya pencapaian target pertumbuhan ekonomi delapan persen yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo. Model bisnis ini mencontoh dari Temasek (Singapura), yang bahkan nilai investasinya sudah tersebar di seluruh dunia.

Pada modal awal, Danantara akan mendapat Rp 1.000 triliun, yang bersumber dari penyertaan modal negara dan bisa berbentuk dana tunai, barang milik negara, ataupun saham milik negara pada BUMN. Hal ini bertujuan agar investasi tidak lagi mengandalkan APBN.

Kabarnya, Presiden Prabowo juga akan mengajak para mantan Presiden RI seperti SBY, Megawati, dan Jokowi, serta organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah serta Konferensi Waligereja Indonesia, sebagai Dewan Pengawas Danantara.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. Sekretariat Presiden