Meremajakan Arsitektur TIM

Penulis : Dimas | Editor : Lina F | Foto : dok.pribadi

Jakarta,GPriority.co.id-Warga Jakarta tentu familiar ketika mendengar kata TIM atau Taman Ismail Marzuki. Selain menjadi tempat penting bagi seni dan budaya di ibu kota, TIM juga memiliki arsitektur yang khas dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Sejak dibangun pada 10 November 1968 silam, TIM telah mengalami beberapa renovasi hingga yang terakhir pada 2019 lalu dengan pembangunan infrastruktur dan lanskap seluas kurang lebih 28.878 meter persegi.

Seorang arsitek kenamaan Andra Matin mampu mengembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka yang bisa dinikmati oleh publik dan menjadi ikon baru kesenian Jakarta.

Sentuhan dengan nama asli Isandra Matin Ahmad ini menciptakan bangunan yang semula terdapa ruang terbuka hijau (RTH) hanya 11 persen, setelah revitalisasi TIM memiliki 27 persen RTH.

Selain itu, arsitektur gedung panjang yang membentang megah, membuat seolah Gedung Ali Sadikin bagai rumah panggung tradisional. Gedungnya yang berundak-undak seperti piano juga memiliki fasad nan unik. Jika dilihat dari jauh, maka fasad gedung ini menunjukkan tangga lagu Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki.

Kemudian, di sisi belakang Gedung Ali Sadikin, terdapat Gedung Galeri Oesman Effendi yang terhubung dengan Galeri Emiria Soenassa. Bangunan ini disiapkan sebagai ruang pamer seni rupa dengan tinggi langit-langit mencapai sembilan meter, sehingga memungkinkan berbagai jenis karya seni dipamerkan di gedung ini.

Di seberangnya terdapat Graha Bhakti Budaya (GBB) yang direvitalisasi total, sehingga berstandar internasional untuk pertunjukan seni yang memungkinkan pagelaran musik orkestra.

TIM juga memfasilitasi panggung pertunjukan seni peran, musik, tari, hingga sastra berskala kecil yang terbuka di Teater Tuti Indra Malaon. Letaknya di dekat kolam melingkar yang dapat menampung sampai 80 orang. Ini merupakan fasilitas terbaru yang dibangun di kawasan TIM

Di tengah TIM terdapat pula Gedung Trisno Soemardjo. Di sini telah berdiri Planetarium sejak 1969. Selain Planetarium, gedung seluas 11.940 meter persegi ini memiliki berbagai fasilitas yang menghubungkan berbagai ruangan dengan fungsi berbeda menjadi satu.

Sebagaimana diketahui, TIM telah diresmikan pada 7 Juli 2022 lalu dan menjelma menjadi bangunan modern berkonsep industrial dan tetap mengedepankan aspek lingkungan hidup dengan sentuhan arsitek ruang terbuka hijau.

Untuk dapat mengunjunginya kamu dapat mendatangi Kawasan Cikini, Jakarta Pusat yang buka sejak 09.00 -21.00 WIB tanpa tiket masuk alias Gratis!