Mulai 6 Juli, Tim Operasi Covid-19 Parepare Tindak Tegas Pelanggar Prokes

Parepare,Gpriority — Tim Gabungan yang terdiri dari personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI-Polri, Polisi Militer, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Parepare menggelar pengawasan protokol kesehatan dengan sasaran pelaku usaha seperti warkop, cafe dan restoran yang ada di Kota Parepare.

Operasi ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Wali Kota Parepare tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, mulai 6 Juli hingga 14 Hari kedepan.

Pemantauan dilakukan sore harinya, dan berlanjut pada malam hari dengan membagi dua tim. Tim 1 di Kecamatan Bacukiki Barat dan Soreang, sementara Tim 2 di Wilayah Kecamatan Ujung.

Kepala Satpol PP Kota Parepare, Muhammad Anzar mengatakan, Satgas gabungan melakukan pemantauan disejumlah pelaku usaha, khususnya yang berada di tanggul Cempae. Itu dilakukan untuk memastikan tidak terjadi lagi kerumunan di wilayah tersebut.

“Khusus di Cempae ini, kami kembali turun untuk membuktikan apakah pelaku usaha tersebut mau menjalankan prokes kepada pengunjung. Baik dalam penggunaan masker maupun menyesuaikan kapasitas yaitu 25 persen saja. Karena, kedepan, mulai 6 Juli 2021 pemberlakuan denda terhadap pelaku usaha sudah berjalan. Dan tidak ada toleransi,” jelasnya.

Terkait pelaku usaha yang berada di sekitaran tanggul Cempae, Camat Soreang, Dede Harirustaman mengatakan, memang ada sebagian masih sebagai aset pemda, yang dimanfaatkan untuk para warga melakukan usaha.

“Sementara ada juga beberapa yang sudah bersertifikat. Kami juga selalu ingatkan pelaku usaha untuk menegakkan prokes. Mengingat baru-baru ini kasus konfirmasi melonjak,” kata Camat Soreang.

Kasi Penyidik Satpol PP Kota Parepare, Ariyadi mengatakan tim gabungan kembali melaksanakan pengawasan dan penegakan prokes sesuai Perwali 31 Tahun 2020, dan SE penanganan Covid-19 di Kota Parepare.

“Malam ini kami kembali mengingatkan kepada pelaku usaha dan pengunjung agar senantiasa patuh pada prokes. Pada intinya kita harus taat 5M. Kami imbau pelaku usaha dan pengunjung agar lebih disiplin terhadap prokes,” tegasnya.

Dari pantauan tim gabungan, terlihat masih banyak pelanggar baik pelaku usaha yang tidak membatasi pengunjung, maupun pengunjung yang tidak menggunakan masker serta berkerumun.

“Ini masih banyak pelanggar. Kami kembali edukasi agar tetap patuh, karena nantinya tim satgas akan lakukan tindakan tegas terhadap pelanggar prokes. Sanksi sesuai Perwali. Pertama kita beri teguran tertulis, setelahnya bila masih melanggar, akan didenda, yang kemudian berujung penyegelan,” tegasnya.

Sekretaris Satpol PP Kota Parepare, Ulfah Lanto mengatakan, akan terus melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada pelaku usaha dan pengunjung sebelum berlakunya denda terhadap pelanggar.

“Kami akan turun lagi mengingat masih banyak yang tidak patuh terhadap penerapan prokes. Olehnya itu, diminta kerjasamanya karena ini demi kebaikan diri pribadi maupun orang sekitar kita,” harapnya.(AE)

Related posts