Israel, GPriority.co.id – Di tengah kontroversi seputar klaim bahwa mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein adalah agen Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Jumat (6/2) kemarin bahwa “hubungan dekat yang tidak biasa” antara mantan PM Israel Ehud Barak dan Epstein, bukan berarti menjadikannya sebagai mata-mata Israel.
“Hubungan dekat yang tidak biasa antara Jeffrey Epstein dan Ehud Barak tidak menunjukkan bahwa Epstein bekerja untuk Israel. Justru sebaliknya,” tulis Netanyahu di akun X-nya.
“Terjebak dalam kekalahan pemilu lebih dari dua dekade lalu, Barak selama bertahun-tahun secara obsesif berupaya melemahkan demokrasi Israel dengan bekerja sama dengan kelompok kiri radikal anti-Zionis dalam upaya yang gagal untuk menggulingkan pemerintahan Israel yang terpilih,” klaim Netanyahu.
“Obsesi pribadi Barak mendorongnya untuk terlibat dalam berbagai aktivitas secara terbuka dan di balik layar untuk melemahkan pemerintah Israel, termasuk memicu gerakan protes massal, mengobarkan keresahan, dan menyebarkan narasi media yang salah,” tambahnya.
Siapa Sosok Ehud Barak?
Ehud Barak adalah mantan Perdana Menteri Israel yang menjabat dari tahun 1999 hingga 2001. Sebagai mantan Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel, ia kemudian memegang peran senior di kabinet, termasuk menteri pertahanan. Ia muncul sebagai salah satu kritikus utama Netanyahu dan sering memperingatkan bahwa pemerintahan saat ini mengancam lembaga demokrasi dan supremasi hukum Israel.
Barak menjadi kontroversi setelah laporan media mengungkap serangkaian hubungan keuangan dan pribadi antara dirinya dan Epstein. Mantan PM Israel itu mengakui bahwa ia memiliki hubungan profesional dan keuangan dengan Epstein.
Sebagai informasi, dalam rilis terbaru dari Epstein Files (Berkas Epstein), disebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump bekerja sama dengan Israel menjadikan Jeffrey Epstein sebagai mata-mata yang bekerja untuk Badan Intelijen Israel, Mossad.
