Jakarta, GPriority.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan asosiasi profesi dan lembaga bidang governance, risk, and compliance dan asosiasi terkait lainnya dalam memperkuat governansi dan penegakan integritas sektor jasa keuangan. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk menciptakan ekosistem governance, risk, and compliance yang mengedepankan profesionalisme, tata kelola yang baik, dan integritas yang tinggi dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Penguatan tata kelola sangat diperlukan dalam mendorong penguatan sektor jasa keuangan dan pendalaman pasar keuangan agar dapat memberikan dampak yang optimal bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena dalam sambutannya pada kegiatan Forum Penguatan Fungsi GRC dikutip Jumat (2/5).
Forum penguatan fungsi governance, risk, and compliance merupakan rangkaian program menuju risk and governance summit 2025 yang melibatkan partisipasi aktif Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kementerian Keuangan, asosiasi profesi/lembaga bidang governance, risk, and compliance, dan asosiasi terkait lainnya.
Risk and Governance Summit 2025 merupakan event rutin tahunan OJK sejak 2013 dan merupakan acara puncak dari rangkaian forum governance, risk, and compliance OJK pada tahun berjalan. Risk and Governance Summit 2025 direncanakan mengangkat tema diskusi yang selaras dengan mendukung arah kebijakan prioritas OJK dan Pembangunan Nasional dengan masukan dan dukungan asosiasi profesi Bidang governance, risk, and compliance dan asosiasi terkait lainnya.
Dalam sesi diskusi, perwakilan asosiasi menyampaikan apresiasi kepada OJK atas penyelenggaraan forum penguatan fungsi governance, risk, and compliance sebagai forum kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan sektor jasa keuangan. Selanjutnya peserta menyampaikan concerns dan isu terkini terkait governance, risk, and compliance sebagai masukan kegiatan Risk and Governance Summit 2025.
Beberapa isu dan topik terkini tersebut antara lain meningkatkan kontribusi sektor keuangan dan BUMN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pentingnya transformasi peran fungsi pengawasan dan governance, risk, and compliance dalam mendukung agenda nasional di sektor keuangan dan lintas industri, pembangunan tata kelola sebagai fondasi transformasi organisasi, optimalisasi Artificial Intelligence bagi fungsi governance, risk, and compliance dengan tetap mengedepankan aspek kehati-hatian (prudent), penguatan tata telola dalam membangun ketahanan siber, dan optimalisasi regtech pada industri jasa keuangan.
Selanjutnya Forum Risk and Governance Summit 2025 akan diselenggarakan untuk memperkuat penyampaian pesan penting OJK terkait penguatan governansi dan penegakan integritas di Indonesia
Foto: Dok. OJK
