OSS di Teluk Wondama: Kita Harus Mengikuti, Tapi Terkendala Internet

Untuk mempermudah layanan perijinan berinvestasi, pemerintah pusat telah membuat sistem Online Single Submission (OSS), sebuah sistem layanan melalui basis jaringan internet terintegrasi.

Pemerintah daerah memberikan respon positif terhadap sistem yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, dalam rangka kemudahan perizinan dan investasi.

Tri Retno Rahayu, SE, S.Sos, M.A.P Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat kepada wartawan GPriority mengatakan, “sudah saatnya daerah menerapkan OSS guna mendukung pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat, namun saat ini kondisi riel di kabupaten kami masih terdapat beberapa keterbatasan yang menjadi kendala tetapi juga tantangan, antara lain; belum tersedianya jaringan internet yang memadai, kemampuan teknis dari petugas belum memadai, dan beberapa kendala lainnya. Saat ini kebijakan dan kewenangan penyediaan layanan internet terintegrasi secara terpusat merupakan tanggung jawab Dinas Infokom. Di sisi lain, perkembangan informasi dan teknologi di wilayah barat (pulau jawa dan sekitarnya) sangatlah jauh berbeda dengan wilayah kami di Papua. Dengan kata lain kita tidak dapat menyamaratakan penerapan sistem ini antara wilayah satu dengan lainnya tanpa ada upaya peningkatan infrastruktur pendukungnya, lanjut Tri Retno.

Beberapa kendala dan tantangan lain dalam mendukung kemudahan berinvestasi di Teluk Wondama adalah menyangkut Hak Atas Tanah ulayah/Adat, serta adaya kawasan konservasi di sekitar wilayah Teluk Wondama.

“ Kami sangat berhati-hati terhadap perizinan ketika berhubungan dengan hak ulayah masyarakat adat dan kawasan konservasi. Sebagai contoh, ada investor yang batal menanamkan modalnya di bidang usaha perkebunan kelapa sawit karena pertimbangan tertentu terkait hak-hak adat. Selain itu juga perijinan berinvestasi di Teluk Wondama untuk beberapa sektor secara aturan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Papua Barat). Contohnya sektor perkebunan, kehutanan dan pertambangan.
Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Mata pencaharian penduduk sebagian besar penduduk di kampung-kampung di Kabupaten Teluk Wondama bermata pencaharian sebagai nelayan yang diselingi dengan bertani dan berburu.

Sebagai nelayan, peralatan yang dipergunakan umumnya sederhana. Dalam bertani umumnya yang dilakukan adalah usaha tani sederhana dimana pemeliharaan dan pemupukan jarang dilakukan. Jenis tanaman yang ditanam biasanya terbatas pada tanaman pangan, seperti: singkong (kasbi), ubi jalar (petatas), dan keladi.

Adapun dalam melakukan perburuan, teknik yang digunakan adalah dengan menjerat atau dengan berburu langsung menggunakan tombak dan panah dengan dibantu beberapa ekor anjing. Jenis hewan yang diburu antara lain: rusa dan babi hutan. Kegiatan lain yang banyak dilakukan untuk memperoleh pendapatan tambahan adalah melakukan penyulingan minyak lawang yang biasanya dilakukan secara berkelompok.

Kabupaten Teluk Wondama memiliki iklim dan lahan yang potensial untuk pengembangan pertanian tanaman pangan. Jenis tanaman yang diusahakan oleh masyarakat, antara lain: ubi-ubian, padi sawah, jagung, kacang tanah, kacang hijau, sayuran, dan buah-buahan. Diantaranya, produksi yang menonjol adalah ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan kacangkacangan.

Seperti halnya dengan pertanian tanaman pangan, potensi perkebunan di Kabupaten Teluk Wondama juga belum tergarap sepenuhnya. Tanaman perkebunan yang kini telah diusahakan antara lain: kakao, kopi, kelapa, dan melinjo. Jenis ternak yang diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Teluk Wondama terdiri dari ternak besar, ternak kecil, dan unggas. Ternak besar dan kecil meliputi: sapi, kambing, rusa dan babi. Sedangkan unggas antara lain: ayam kampung, ayam ras, dan bebek.

Hasil hutan Teluk Wondama meliputi antara lain: kayu bulat dari jenis Merbau, Matoa dan kayu indah untuk meubelair. Hasil hutan ikutan lainnya antara lain: rotan, gaharu, masoi, kayu lawang, bambu dan sagu. Sektor perikanan, khususnya perikanan laut, sangat potensial di Kabupaten Teluk Wondama. Ini karena kawasan perairannya yang luas dan memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi. Komoditas perikanan yang bernilai ekonomi antara lain: ikan tuna, ikan kerapu, pelagis, teripang, lola dan lobster. (Sofia)

Related posts