Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah ledakan dahsyat menghancurkan pabrik kembang api di Provinsi Hunan, China Tengah, pada Senin (4/5) sore waktu setempat.
Berdasarkan laporan media pemerintah, tragedi ini mengakibatkan sedikitnya 26 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Seperti dilansir dari Associated Press, Rabu (6/5), ledakan besar terjadi di kompleks pabrik milik Huasheng Fireworks Manufacturing and Display Co yang berada di Kota Liuyang, wilayah administrasi Changsha.
Liuyang selama ini dikenal sebagai pusat industri kembang api terbesar di Negeri Tirai Bambu.
Wali Kota Changsha, Chen Bozhang, dalam keterangannya kepada media menjelaskan bahwa proses pencarian dan penyelamatan di lokasi kejadian sebagian besar telah selesai.
Meski demikian, pihak otoritas masih terus melakukan verifikasi jumlah korban serta identifikasi para korban tewas.
Dalam pernyataan resminya, Chen juga menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban maupun masyarakat luas.
Sementara itu, Sekretaris Partai dari Biro Manajemen Darurat Changsha, Ding Weiming mengungkapkan, banyaknya produk setengah jadi di lokasi menyebabkan ledakan kecil terjadi secara terus-menerus pasca ledakan utama.
Selain itu, tumpukan bubuk mesiu dalam jumlah besar di area gudang sempat mengancam keselamatan tim penyelamat.
Reruntuhan dinding dan atap pabrik juga membuat akses evakuasi bagi pekerja yang terjebak menjadi terhambat.
Rekaman udara dari stasiun televisi CCTV menunjukkan kepulan asap putih masih membumbung di beberapa area pabrik yang sudah rata dengan tanah. Ratusan personel penyelamat dikerahkan ke lokasi, sementara warga yang tinggal di zona bahaya telah dievakuasi untuk menghindari risiko dari dua gudang bubuk hitam yang berada di dekat pusat ledakan.
Menyikapi kejadian ini, pemerintah setempat mengambil langkah tegas dengan memerintahkan penghentian total seluruh kegiatan produksi kembang api dan petasan di wilayah Liuyang untuk kepentingan audit keamanan.
Presiden Xi Jinping juga mendesak penyelidikan menyeluruh untuk segera mengungkap penyebab ledakan dan menuntut akuntabilitas dari pihak-pihak terkait.
Saat ini, kepolisian telah menahan penanggung jawab perusahaan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
