Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Berbelanja

Palu,Gpriority-Belakangan ini banyak sekali masyarakat Indonesia yang mengeluhkan belanja konsumtif secara online. Akibat belanja tersebut, mereka mengaku selalu kehabisan uang sebelum gajian kembali datang.

Agar kejadian tersebut tidak kembali terjadi pada Anda, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo menjadikannya sebagai salah satu topik bahasan di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang digelar secara virtual dan terpusat di Palu,Sulawesi Tengah pada Rabu (8/9/2021).

Sesuai dengan tema yang diangkat yakni “ Cara Aman Investasi Online”, ke-3 lembaga yang melakukan kolaborasi ini menghadirkan para pembicara yang berkelas dibidangnya seperti Perkumpulan Dosen Manajemen Indonesia (PDMI) dan Writerpreneur, Dian Ikha Pramayanti; Founder Jelajah Sultra, Sumarlin; dosen Universitas Tadulako, Achmad Herman; serta dosen UIN Datokarama, Mohamad Affandi.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi pertama dibawakan oleh Dian Ikha Pramayanti yang menyampaikan tema “Mengenal Marketplace: Aksesibilitas, Jenis dan Fitur”. Menurut dia, beberapa lokapasar yang beroperasi antara lain Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, serta Blibli. Adapun langkah-langkah untuk menjadi penjual, dimulai dari pendaftaran akun, melengkapi profil toko, menentukan jasa pengiriman, memasukkan nomor rekening, hingga mengunggah  produk. “Lokapasar adalah tempat menyenangkan untuk berbelanja di era digital, namun batasi kebiasaan konsumtif kita dan mulailah untuk produktif,” katanya.

Selanjutnya, Sumarlin menyampaikan paparan berjudul “Peran dan Fungsi E-Market dalam Mendukung Produk Lokal”. Ia mengatakan, produk lokal yang dapat dijual di e-pasar, misalnya kuliner, kerajinan tangan, agrobisnis, pakaian, atau produk digital. Tantangannya, infrastruktur internet di Indonesia belum merata serta pelaku usaha kecil belum menguasai teknologi dan masih nyaman berdagang secara konvensional, “Hadirnya platform e-pasar, seharusnya membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjual produk ke skala lebih besar,” katanya.

Pemateri ketiga, Achmad Herman, memaparkan materi bertema “Mengubah Konsumtif menjadi Produktif”. Menurut dia, agar terhindar dari budaya konsumtif di tengah kemudahan berbelanja daring, warganet harus membiasakan pola hidup hemat, hindari berutang, menggalakkan investasi, serta mengutamakan kebutuhan daripada keinginan berbelanja. “Sadari bahwa situasi finansial tidak selalu sama. Harus siap dengan kejadian tak terduga,” imbuhnya. 

Sebagai narasumber terakhir, Mohamad Affandi, menyampaikan paparan berjudul “Berinvestasi Selama Masa Pandemi”. Ia mengatakan, pada dasarnya semua jenis investasi berpotensi memberikan keuntungan bagi nasabahnya, baik berupa emas, saham, maupun kripto. Investor harus cermat dalam memilih layanan investasi yang ada di internet, serta terus memantau perkembangannya. “Perbanyak membaca, sehingga kita tidak tersesat berinvestasi,” ujar dia.  

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut beragam pertanyaan menarik dari para peserta. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Salah satu peserta, Rasbianto Hidajat, bertanya tentang cara mengelola dompet digital agar bijak mengatur antara kebutuhan belanja dengan tabungan. Menanggapi hal tersebut, Achmad Herman mengatakan, warganet harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga pengelolaan keuangan di dompet digital akan lebih teratur.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

 

Related posts